Saturday , 18 April 2026
Home / ENERGI MINYAK & GAS / Elnusa Luncurkan Teknologi Canggih RES-IP untuk Eksplorasi Geothermal dan Monitoring Reservoir

Elnusa Luncurkan Teknologi Canggih RES-IP untuk Eksplorasi Geothermal dan Monitoring Reservoir

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – PT Elnusa Tbk (Elnusa), kembali meluncurkan inovasi terbaru di bidang teknologi geofisika, yaitu Perangkat 3D Surface-Borehole Tomography Induced Polarization & Resistivity dan Magnetotelluric. Produk ini dirancang untuk mendukung eksplorasi dan pengembangan energi baru terbarukan, khususnya dalam sektor energi panas bumi atau geothermal, yang terus berkembang di Indonesia.

Salah satu aspek penting dalam pengembangan perangkat ini adalah kerja sama antara Institut Teknologi Bandung (ITB), Elnusa, dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sejak tahun 2019. Melalui kolaborasi ini, ketiga pihak berhasil mengembangkan Perangkat Long Offset Tomography Resistivity yang terintegrasi dengan sistem multinode wireless dan koneksi jaringan internet portable.

Kehadiran perangkat ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan dunia industri energi, khususnya dalam kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan geotermal, untuk pencitraan struktur kompleks di bawah lapisan sub vulkanik, analisis struktur geologi kompleks di reservoir geotermal, serta monitoring fluida pada program Enhanced Oil Recovery (EOR) dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).

Direktur Operasi Elnusa, Endro Hartanto, menegaskan pentingnya inovasi ini dalam mendukung ketahanan energi nasional. “Peluncuran perangkat RES-IP adalah wujud nyata dari komitmen Elnusa untuk terus berinovasi dan mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Semoga inisiatif pengembangan perangkat ini dapat memberikan manfaat yang dapat digunakan di industri energi,” kata Endro.

BACA JUGA:

Elnusa Trans Samudera (ETSA) Perkuat Kemitraan dan Komitmen HSSE melalui Vendor Day Meeting 2024

Prof. Dr. Eng. Bagus Endar B. Nurhandoko, dari pihak ITB, menyampaikan pandangannya terkait keberhasilan proyek ini. “RES-IP merupakan bukti nyata bagaimana sinergi antara akademisi, dan industri dapat melahirkan solusi inovatif, Perangkat RES-IP dilengkapi dengan sistem multinode wireless connection dan jaringan internet portable, yang mempermudah pengoperasiannya bahkan di lokasi-lokasi dengan medan ekstrem.” kata Bagus.

“Dengan kemampuan pengukuran hingga kedalaman 1.000 – 2.500 meter dan kapasitas data besar, perangkat ini memungkinkan eksplorasi geothermal yang lebih akurat, cepat, dan aman. Data hasil akuisisi ini juga sangat bermanfaat untuk melengkapi data akuisisi seismik khususnya di area yang kondisi geologi sub surfacenya relatif kurang bagus jika hanya mengandalkan data seismik seperti subvulkanik, fractures serta lainnya,” tambahnya.

Kerja sama yang terjalin antara Elnusa, Institut Teknologi Bandung, dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan menjadi bukti nyata bahwa sinergi dan kolaborasi dapat menghasilkan inovasi dalam mendukung ketahanan energi nasional. Elnusa berkomitmen untuk terus berupaya memberikan solusi total bagi kemajuan industri energi Indonesia. (Rama Julian)

Foto: Dok Elnusa

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Perkuat Ketahanan Bisnis Hadapi Disrupsi Industri Energi, Elnusa Peroleh Sertifikasi ISO 22301:2019

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Elnusa Tbk (Elnusa), perusahaan jasa energi terintegrasi, semakin memperkuat fondasi ketahanan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *