BALIKPAPAN, RESOURCESASIA.ID – PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) terus tunjukkan komitmen terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal di sekitar wilayah operasi perusahaan di Kalimantan Timur. Kali ini, PHSS kembali memfasilitasi 12 pemuda terbaik dari Kecamatan Muara Badak, Marangkayu, Anggana, Muara Jawa, dan Samboja untuk pelatihan dan sertifikasi Operator Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Migas di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Migas, Cepu, Jawa Tengah.
Program yang berlangsung sejak 17 Juni hingga 9 Juli 2026 lalu itu bertujuan membekali mereka dengan kompetensi teknis sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), mulai dari penerapan keselamatan kerja di industri hulu migas, pengoperasian peralatan, hingga penyusunan laporan teknis. Setelah menyelesaikan pelatihan intensif, kedua belas pemuda ini mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PPSDM Migas guna memperoleh sertifikasi yang diakui secara nasional.
Manager PHSS Field, Iva Kurnia Mahardi, mengatakan bahwa program pelatihan dan sertifikasi ini juga membuka peluang lebih besar bagi generasi muda di sekitar wilayah operasi untuk meningkatkan daya saing dan kesiapan memasuki dunia kerja, khususnya di sektor energi dan industri penunjang migas.
Ia menambahkan, pengembangan SDM merupakan bagian dari komitmen PHSS untuk menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi. “Kami berharap kompetensi yang diperoleh peserta tidak hanya menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal sehingga berkontribusi dalam mendukung perkembangan industri, khususnya sektor energi di masa mendatang,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang peserta, Dafa Fadillah dari Desa Bukit Raya, Kecamatan Samboja, mengaku memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan selama mengikuti program tersebut. “Saya mengucapkan terima kasih kepada PT PHSS yang telah memberikan kesempatan kepada saya dan teman-teman untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi Operator K3 Migas. Kami mendapatkan banyak ilmu, keterampilan, dan relasi yang menjadi bekal berharga untuk memasuki dunia kerja. Semoga PHSS terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Dafa.
Sementara itu, Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia, Dony Indrawan menjelaskan bahwa pengembangan kapasitas masyarakat, khususnya generasi muda, merupakan salah satu fokus perusahaan dalam menjalankan program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPPM) bidang pendidikan. “Kami meyakini bahwa investasi terbaik adalah investasi pada sumber daya manusia. Melalui pelatihan dan sertifikasi berstandar nasional ini, kami ingin membekali peserta dengan kompetensi yang relevan agar memiliki peluang yang lebih besar untuk berkarier dan berkembang secara profesional,” ujar Dony.
Menurut Dony, program pelatihan dan sertifikasi yang difasilitasi oleh PHSS telah melahirkan lebih dari 100 SDM lokal berlisensi. “Dengan menghadirkan akses terhadap pelatihan berbasis kebutuhan industri, kami berharap semakin banyak generasi muda di sekitar wilayah operasi yang memiliki keterampilan unggul, berdaya saing, dan siap berkontribusi dalam pembangunan sektor energi nasional,” pungkasnya. (Rama Julian Saputra)
Foto: Dok PHI
Resources Asia Energi News Makers