RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – PT Pertamina, perusahaan energi terkemuka di bawah naungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), berperan strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional Indonesia. Pertamina sebagai penyumbang setoran pajak BUMN terbesar kepada negara dengan setoran pajak sebesar Rp 224,53 triliun.
Berkaitan dengan hal tersebut, Aditya Muhamad Bintang, menegaskan pentingnya inovasi dalam bisnis. “Kami percaya bahwa inovasi dan keberlanjutan adalah kunci untuk pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya.
Sebagai Chief Operating Officer (COO) PT Wiratama, ia berfokus pada ekspansi bisnis dan inovasi. PT Wiratama bergerak di bidang properti, konstruksi, dan alat berat, dengan pendapatan tahunan mencapai Rp 1 triliun dan proyeksi pertumbuhan sebesar 15% setiap tahun.
Sebagai COO PT Wiratama, Aditya mengedepankan strategi ekspansi yang berorientasi pada keberlanjutan. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan telah meluncurkan lebih dari 20 proyek baru dan berhasil menyelesaikan 15 proyek dalam dua tahun terakhir. “Proyek-proyek ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi hingga 25%, tetapi juga mengurangi biaya operasional sebesar 20%,” jelasnya.
Pendekatan berkelanjutan merupakan kunci untuk menghadapi tantangan di industri properti dan konstruksi.
Komitmennya terhadap inovasi terlihat melalui penerapan sistem manajemen proyek berbasis teknologi informasi, seperti penggunaan software Building Information Modeling (BIM). “Dengan BIM, kami meningkatkan akurasi perencanaan dan efisiensi konstruksi hingga 30%,” kata Aditya.
Selain itu, 60% proyek menggunakan teknologi ramah lingkungan dan metode konstruksi modular yang mempercepat proses pembangunan.
Aditya juga mengimplementasikan proyek pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan, seperti penggunaan 40% material ramah lingkungan dalam proyek-proyek baru. Dalam upaya ekspansi, PT Wiratama telah menandatangani tiga kontrak besar dengan nilai total Rp 300 miliar untuk proyek konstruksi di berbagai daerah, termasuk Jakarta, Kalimantan, dan Sumatera, dengan target penyelesaian dalam waktu 18 bulan. Proyek revitalisasi infrastruktur yang telah diselesaikan mencakup 5 lokasi dengan total investasi Rp 100 miliar, yang berhasil meningkatkan fungsi dan nilai aset hingga 50%.
“Dengan komitmen terhadap tanggung jawab sosial, kami berinvestasi dalam program pengembangan masyarakat,” tambah Aditya. PT Wiratama mengalokasikan Rp 10 miliar per tahun untuk kegiatan sosial dan pendidikan, serta menjangkau 5.000 penerima manfaat di berbagai komunitas. (Rama Julian)
Foto: ist
Resources Asia Energi News Makers