JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Bumi Resources Minerals Tbk (“BRMS” atau “Perusahaan”) hari ini menyampaikan perkembangan atas konstruksi proyek tambang emas bawah tanahnya di Poboya, Palu (Sulawesi Tengah).
Hingga saat ini, portal (pintu masuk) ke mulut tambang bawah tanah telah diselesaikan. Panjang terowongan bawah tanah sudah mencapai lebih dari 975 meter dari portal. Saat ini terowongan bawah tanah tersebut juga sudah mencapai kedalaman 140 meter dari permukaan tanah.
Fasilitas shaft ventilasi udara yang pertama juga sudah diselesaikan. Fasilitas kedua masih dibangun dan akan selesai di 1H 2027.

Sebagai rangkuman, anak usaha BRMS, yaitu PT Citra Palu Minerals (“CPM”), dapat mulai menambang bijih berkadar tinggi (kadar emas diatas 3,2 g/t) dari tambang bawah tanah di pertengahan 2027. Selain itu, peningkatan kapasitas pabrik emas dari 500 menjadi 2000 ton bijih perhari diharapkan dapat selesai pada awal tahun 2027.
Selanjutnya, BRMS menyampaikan perkembangan aktivitas eksplorasi di prospek tembaganya di Gorontalo, Sulawesi.
Saat ini anak usaha BRMS, PT Gorontalo Minerals (“GM”) tengah mengoperasikan 4 unit alat pengeboran eksplorasi di lokasi tambang Cabang Kiri East di Gorontalo. Di tahun depan, GM berencana untuk mengoperasikan 7 alat pengeboran di 3 lokasi tambang di Gorontalo. GM diharapkan dapat menyampaikan hasil pengeborannya dalam bentuk sumber daya mineral tembaga di 1H 2027.

Agus Projosasmito, Direktur Utama & Chief Executive Officer BRMS, menjelaskan,”Kami cukup puas dengan kemajuan operasional kami. Terlepas dari faktor-faktor makro dan eksternal yang dapat mempengaruhi harga dan permintaan emas di pasar domestik, kami tetap percaya terhadap fundamental BRMS yang kuat. Operasi pushback di Poboya, Palu sudah berhasil diselesaikan di bulan Juli lalu. Oleh karenanya produksi emas dari tambang terbuka kami diharapkan akan meningkat di 2H 2026.”
“Selanjutnya, pabrik emas baru dengan kapasitas 2.000 ton per hari, dan penambangan bijih berkadar tinggi dari lokasi tambang emas bawah tanah kami, akan memungkinkan kami untuk dapat terus meningkatkan produksi emas di tahun 2027 dan 2028.” tutup Agus. (RA)
Foto: Dok BRMS
Resources Asia Energi News Makers