JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) perusahaan tambang kongsian grup Bakrie dan Grup Salim akan melakukan penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I Tahap III taun 2025 senilai Rp780 miliar pada 10 Desember 2025.
Investor surat utang ditawari bunga 9 persen pertahun hingga 5 tahun mendatang atas kepemilikan surat utang idA+ dari Pefindo. Bunga tersebut akan dibayarkan saban 3 bulan sekali.
Sementara ini, 6 penjamin pelaksana emisi obligasi ini telah menyatakan kesanggupan penuh terhadap penyerapan obligasi ini. Mereka terdiri dari Mandiri Sekuritas, Trimegah Sekuritas, BCA Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, Sucor Sekuritas, dan Korea Invesment and Sekuritas Indonesia.
Rencananya,dana hasil penerbitan surat utang itu akan digunakan untuk pembayaran sebagian dari pembelian 3.312.632 saham baru Jubile Metal Limited (JML) senilai Rp340,8 miliar.
JML merupakan perusahaan tambang emas di Australia tercatat di Australian Securities and Investments Commission berdasarkan Certificate of Registration.
“Hal ini tindaklanjut dari penandatanganan Subscription Agreement tanggal 6 Mei 2025 sehubungan dengan rangkaian rencana akuisisi 64,98 persen saham JML oleh BUMI melalui pembelian saham lama yang telah diterbitkan dan penerbitan saham baru oleh JML dengan nilai total keseluruhan senilai sekitar AUD52 juta atau setara dengan Rp563,26 miliar,” kutipan keterangan resmi BUMI dikutip Selasa (2/12/2025).
Sedangkan selebihnya dana hasil penerbitan obligasi yakni sebesar Rp333,6 miliar untuk pembayaran saham PT Laman Mining milik PT Supreme Global Invesment. Akuisisi ini sebagai bagian merambah ke tambang bauksit.
Sebelumnya, BUMI telah meneken perjanjian jual beli 45 persen saham Laman Mining dengan Supreme Global Invesment senilai Rp985,78 miliar pada tanggal 25 September 2025. Dalam perjanjian itu tercantum BUMI harus membayar tahap pertama USD20 juta paling lambat 30 Desember 2025 dan tahap kedua USD39 juta paling lambat 30 Oktober 2026.
Sisa dana dari hasi penerbitan obligasi sebesar Rp97,504 miliar akan dipinjamkan kepada anak usaha di Australia yakni Wolfram Limited. Lalu oleh Wolfram dana pinjaman itu digunakan untuk penyelesaian pengembangan pabrik pengolahan bijih yang terdiri dari biaya peremajaan dan perbaikan (refurbishment), biaya perawatan, pemeliharaan dan inspeksi pabrik, eksplorasi dan iuran wajib atas operasi tambang. (Abdul Aziz)
Foto: ist
Resources Asia Energi News Makers