Wednesday , 24 June 2026
Home / ENERGI HIJAU / BRIN Perkuat Kolaborasi Riset PLTS dan BESS untuk Dukung Transisi Energi
PLTS Terapung Cirata akan menjadi PLTS Terapung pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara yang ditargetkan untuk beroperasi secara komersial pada tahun 2023. Proyek ini merupakan realisasi komitmen PT PJBI untuk mendukung utilisasi energi baru dan terbarukan serta merupakan kerja sama antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab. PLTS dibangun di atas Waduk Cirata yang terletak di tiga kabupaten Jawa Barat, yakni Purwakarta, Cianjur, dan Bandung Barat.(Foto/Rama Julian Saputra)

BRIN Perkuat Kolaborasi Riset PLTS dan BESS untuk Dukung Transisi Energi

Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Battery Energy Storage System (BESS) membutuhkan dukungan riset, pengujian, pengukuran, serta evaluasi performa yang semakin kuat dan berbasis data. Untuk memperkuat kapasitas riset dan memperluas kolaborasi antara lembaga riset, industri, dan pemangku kepentingan sektor energi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan menyelenggarakan workshop bertajuk “Innovative Research on Solar PV-BESS & The Advanced Technologies to Support Performance Assessment”, Kamis (18/6), di Auditorium Gedung Manajemen 720, Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, Tangerang Selatan, Banten.

TANGERANG SELATAN, RESOURCESASIA.ID  Workshop yang diselenggarakan BRIN bekerja sama dengan PT Pratama Graha Semesta (PGS), Chroma, dan Hioki Indonesia ini menjadi forum strategis untuk memperkenalkan perkembangan terkini teknologi pengujian dan pengukuran PV-BESS sekaligus memperkuat jejaring riset dan inovasi energi berkelanjutan di Indonesia.

Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN, Cuk Supriyadi Ali Nandar, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat transisi energi dan pengembangan teknologi kelistrikan nasional.

“Harapan kami, semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi forum berbagi informasi, tetapi juga menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi riset, pengujian, dan pengembangan teknologi solar PV-BESS (Photovoltaic-Battery Energy Storage System) di Indonesia,” ujar Cuk.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan (PRTK) BRIN, Eka Rakhman Priandana, menyampaikan workshop ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kompetensi, fasilitas, dan aktivitas riset PRTK BRIN kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan. Kegiatan ini juga menghadirkan berbagai teknologi pengujian dan pengukuran mutakhir guna mendukung pengembangan riset teknologi kelistrikan dan energi terbarukan.

“Semoga dengan adanya workshop ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga riset, industri, dan utilitas ketenagalistrikan dalam mengembangkan teknologi energi bersih yang andal dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mempercepat pengembangan inovasi, penguatan fasilitas pengujian, standardisasi teknologi, serta hilirisasi hasil riset guna mendukung target transisi energi dan net zero emission Indonesia,” jelas Eka.

Workshop ini akan diikuti sekitar 200 peserta yang berasal dari kalangan periset, industri, pemerintah, akademisi, PLN, dan pemangku kepentingan sektor energi. Selain menjadi sarana transfer pengetahuan dan diskusi teknis, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan profil, kompetensi, fasilitas, serta portofolio kelompok riset yang berada di lingkungan PRTK BRIN.

Kegiatan tersebut akan menghadirkan sejumlah narasumber dari pemerintah, lembaga riset, dan industri, antara lain Direktur Kebijakan Lingkungan Hidup, Kemaritiman, Sumber Daya Alam, dan Ketenaganukliran BRIN, Ratih Damayanti; Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Prof. Eniya Listiani Dewi; serta Manager Riset Pembangkitan dan Energi PT PLN Puslitbang, Agus Setiawan.

Dalam sesi keynote dan diskusi, para narasumber akan membahas berbagai isu strategis terkait arah kebijakan energi terbarukan, kebutuhan integrasi PLTS dan BESS dalam sistem ketenagalistrikan nasional, pentingnya standardisasi dan validasi teknologi, hingga penguatan peran riset dalam mendukung penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Selain sesi diskusi, peserta juga akan memperoleh kesempatan mengikuti demonstrasi berbagai instrumen pengujian dan pengukuran mutakhir dari Chroma dan Hioki Indonesia. Teknologi yang diperkenalkan meliputi sistem pengujian baterai, pengukuran kualitas daya (power quality), power analyzer, serta berbagai instrumen yang mendukung karakterisasi dan evaluasi performa sistem PV-BESS.

Melalui kegiatan ini, BRIN berupaya memperkuat ekosistem riset dan inovasi teknologi kelistrikan nasional agar mampu mendukung percepatan transisi energi, meningkatkan daya saing industri energi bersih, serta mewujudkan kemandirian teknologi nasional. (RA)

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Ini dia Juara Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Rd 2, Pembalap Muda Menuju Panggung Dunia

LOMBOL, RESOURCESASIA.ID – Rangkaian Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Balap Motor Sportbike Pertamina Mandalika Racing Series 2026 putaran …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *