RESOURCESASIA.ID, KALIMANTAN TIMUR – Langkah strategis Menteri Investasi sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam mengawal proyek investasi energi senilai lebih dari USD 10 miliar di Kalimantan Timur bukan sekadar pencapaian teknokrat. Ini adalah manifestasi nyata dari keberpihakan kepada daerah—bahwa daerah bukan hanya tempat proyek berlabuh, tapi juga rumah bagi kemajuan dan tuan atas sumber dayanya sendiri.
Komitmen Bahlil agar sebagian besar pengelolaan proyek kepentingan nasional melibatkan putra daerah menjadi sinyal kuat bahwa transformasi ekonomi Indonesia tidak boleh lagi terpusat. Ia menegaskan, “Kita harus serahkan kepada daerah, jadikan daerah menjadi tuan di negeri sendiri.” Sebuah pesan sederhana tapi penuh makna: keadilan ekonomi dimulai dari keberanian membuka ruang bagi anak bangsa di tempat kelahirannya sendiri.
Ini bukan lagi pertanyaan, tapi penegasan sejarah: bahwa daerah kini tidak lagi menjadi objek pembangunan, melainkan subjek aktif dan pemilik sah atas masa depan negerinya sendiri. Daerah harus menjadi bagian integral dari desain besar kemandirian nasional. Dan itu telah dimulai di Kalimantan Timur.
Langkah ini sepenuhnya senafas dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto sebagai Bapak Kemandirian Bangsa. Di bawah kepemimpinan beliau, Indonesia bergerak menuju arah baru—kemandirian energi, pangan, industri, dan teknologi. Bahlil, sebagai pembantu Presiden sekaligus Ketua Umum Golkar, menjadi ujung tombak yang menjembatani semangat nasional dengan realitas lokal.
Sejak menjadi Ketua Umum HIPMI, Bahlil telah membawa semangat “Buka Jalan Untuk Semua”—memberi akses kepada para pengusaha muda, anak daerah, dan pelaku ekonomi kecil agar tidak menjadi penonton dalam panggung pembangunan. Kini, sebagai pemimpin partai besar, ia membawa semangat itu ke dalam tubuh Golkar. Partai yang dulunya simbol kekuasaan elite, kini mulai diwarnai oleh narasi keberpihakan dan keadilan regional.
Bahlil Lahadalia dan Partai Golkar akan terus bekerja keras mengawal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri, adil, dan berdaulat—dengan memastikan bahwa setiap jengkal tanah Nusantara memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berperan.
Generasi muda dari berbagai penjuru negeri kini bisa melihat harapan baru: bahwa politik yang berpihak mampu membuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah. Bahwa dengan keberanian dan konsistensi, kita bisa menulis ulang narasi pembangunan: dari Jakarta untuk Indonesia, menjadi dari Indonesia untuk dunia. (Rama Julian)
Foto: Ist
Resources Asia Energi News Makers