JAKARTA,RESOURCESASIA.ID – PT Atlas Resources Tbk (ARII) akan mengikuti program pelonggaran Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 perusahaan batu bara yang akan dibuka Juli 2026.
Direktur ARII, Joko Kus Sulistyoko menyampaikan perseroan akan mengajukan RKAB tahun 2026 kembali sebesar 8,5 juta ton. Sedangkan total produksi ARII tahun 2025 mencapai 6,5 juta ton batu bara “Bulan Juli ini kan informasinya relaksasi RKAB dibuka. Jadi kami persiapkan untuk mengajukan,” kata dia kepada media di Jakarta, Selasa(30/6/2026.
Joko mengaku bila program relaksasi RKAB tambang batu bara tidak berjalan maka produksi perseroan terpangkas 45 persen dari total produksi tahun 2025.
“RKAB ARII tahun 2026 saat ini dipangkas 45 persen dari produksi tahun 2025 sebesar 6,5 juta. Jika disetujui 8,5 juta ton sebuah prestasi, Tapi kalau hanya disetujui sama dengan tahun lalu sudah Alhamdulillah,” tutur Joko.
Dengan kondisi pemangkasan RKAB sampai 45 persen, jelas dia, perseroan saat ini telah menghentikan kegiatan produksi. “Jadi saat ini hanya menjual stok ( persedian) saja,” ungkap dia.
Joko merinci dalam RKAB 2026 telah disetujui Kementerian ESDM sementara ini, perseroan akan mengeduk batu bara melalui dua anak usaha. Pertama, PT Gorby Putra Utama (GPU) sebesar 4,5 juta. Kedua, PT Gorby Energy sebesar 1,73 juta ton batu bara.
Masih menurut dia, perseroan akan meraup pendapatan sebesar USD363,7 juta jika RKAB pembaharuan disetujui kementerian ESDM.
“Kami yakin RKAB akan direlaksasi. Cuma tidak bijaksana kalau hanya untuk kebutuhan PLN.”kata dia. (Abdul Aziz)
Resources Asia Energi News Makers