Saturday , 19 June 2021
Home / Resources News / Asosiasi Profesi dan Universitas Trisakti Dukung Upaya Pencapaian 1 Juta Barrel

Asosiasi Profesi dan Universitas Trisakti Dukung Upaya Pencapaian 1 Juta Barrel

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Upaya SKK Migas untuk meningkatkan produksi migas nasional mendapatkan dukungan dari asosiasi profesi yang tergabung dalam Ikatan Ahli Tambang Indonesia (IATMI), Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Ikatan Ahli Fasilitas Migas Indonesia (IAFMI), Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI), Ikatan Geografi Indonesia (IGI) dan Universitas Trisakti (26/4).

Melalui nota kesepahaman yang ditandatangani oleh SKK Migas dengan Asosiasi profesi dan Universitas Trisakti, para pihak akan melakukan kerjasama dalam rangka memajukan ilmu pengetahuan dan meningkatkan produksi migas nasional sesuai bidang kompetensi masing-masing.

Menurut rencana umum energi nasional (RUEN) seiring dengan tren energi masa depan adalah energi baru dan terbarukan (EBT), maka prosentase energi migas akan menurun. Namun demikian dari volume, justru kebutuhan energi yang bersumber dari minyak dan justru meningkat. Untuk minyak di tahun 2050 kebutuhan meningkat menjadi 3,9 juta barrel dari kebutuhan saat ini sebesar 1,6 juta barrel.

Sekertaris SKK Migas Taslim Z Yunus menyampaikan bahwa seluruh pemangku kepentingan mesti bekerjasama untuk meningkatkan produksi migas untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pembangunan nasional. ” Kami bersyukur visi bersama produksi 1 juta barel telah mendapatkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu SKK Migas telah menyusun rencana dan strategi yang melibatkan para pemangku kepentingan untuk merealisasikan Visi tersebut”.

“Perpanjangan nota kesepahaman ini menunjukkan dukungan dari asosiasi profesi dan perguruan tinggi untuk bersama-sama meneruskan kolaborasi dan sinergi dalam upaya meningkatkan pengelolaan hulu migas yang lebih baik. Kami harapkan penandatanganan nota kesepahaman menjadi pondasi untuk bersama-sama melakukan langkah nyata dan kerja bersama memberikan kontribusi meningkatkan produksi migas nasional untuk mendukung pembangunan “, kata Taslim

“Produksi minyak 1 juta barel di tahun 2030 sebetulnya belum mampu mencukupi kebutuhan minyak nasional yang jauh lebih besar. Namun, setidaknya jika produksi 1 juta barrel bisa direalisasikan akan membantu Pemerintah dalam mengurangi impor minyak”, pungas Taslim

Ketua Umum IATFMI John Hisar Simamora dalam sambutannya mewakili seluruh asosiasi profesi yang menandatangani nota kesepahaman menyampaikan bahwa Visi 1 juta barrel sudah menjadi cita-cita nasional. “Untuk merealisasikan cita-cita tersebut membutuhkan kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak. Kita harus bekerja secara gotong royong, saling melengkapi agar segenap potensi yang dimiliki dapat disatukan menjadi kekuatan untuk dapat mewujudkan target 1 juta barel”.

“Energi masa depan adalah EBT, namun ada proses transisi menuju kesana dengan kontribusi minyak dan gas yang masih signifikan. Khususnya gas, yang produksi akan semakin dominan kedepannya. Maka segala hal yang terkait dengan antisipasi terhadap peningkatan produksi gas harus disiapkan”, kata John.

“Kecepatan menjadi kunci, kita semua harus berpacu dengan waktu agar potensi yang ada tidak terlewatkan. Termasuk dalam hal ini adalah kebutuhan untuk meningkatkan kecepatan penyelesaian perizinan agar proses investasi dapat dikawal lebih optimal”, tutup John.

Wakil Rektor IV Universitas Trisakti Prof. Ir. Asri Nugrahanti, MS, PhD menyampaikan bahwa kerjasama dengan SKK Migas ini adalah bagian dari pelaksanaan tri darma perguruan tinggi. “Kerjasama ini adalah kesempatan bagi Universitas Trisakti untuk lebih dapat meningkatkan penelitian dan kontribusinya bagi upaya peningkatan produksi minyak dan gas nasiona. Sebelumnya sudah banyak kerjasama antara Universitas Trisakti dan SKK Migas, dan kedepannya kami berharap semakin banyak yang dapat dikontribusikan oleh trisakti”.

“Selain tiga prodi yang berkaitan langsung dengan hulu migas, tentu dalam pengelolaan migas nasional akan sangat terkait dengan aspek ekonomi, sosial dan lainnya. Prodi di Universitas Trisakti dapat memberikan dukungan terhadap hal-hal tersebut”, kata Prof Asri. (RA)

Foto: DOK SKK MIGAS

Check Also

Penerimaan Negara dari Sektor Hulu Migas Melebihi Ekspektasi

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Realisasi harga minyak dan efisiensi di industri hulu migas menyebabkan besaran penerimaan …

Leave a Reply