Friday , 4 September 2026
Home / ENERGI MINYAK & GAS / IEE Series – Energy Week 2026, Merancang Infrastruktur Energi Di Tengah Laju Perkembangan Teknologi

IEE Series – Energy Week 2026, Merancang Infrastruktur Energi Di Tengah Laju Perkembangan Teknologi

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Perkembangan teknologi digital terus mendorong perubahan pada infrastruktur yang menopangnya. Pertumbuhan komputasi, cloud, dan kecerdasan buatan meningkatkan kebutuhan terhadap data center dan konektivitas, sementara elektrifikasi dan berkembangnya energi terbarukan mendorong sistem kelistrikan dan penyimpanan energi untuk menjadi semakin fleksibel. Perubahan tersebut menuntut infrastruktur yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga dapat berkembang mengikuti teknologi.

Kebutuhan tersebut menjadi bagian dari pembahasan dalam Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Energy Week 2026, yang mempertemukan Electric & Power Indonesia, Data Center Asia-Indonesia, dan The Battery Show Indonesia di JIExpo Kemayoran pada 2-5 September 2026. Melalui berbagai forum dan pembahasan di ketiga sektor tersebut, Energy Week melihat bagaimana kesiapan infrastruktur menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi industri.

Data Center: Menyiapkan Infrastruktur yang Siap Bertumbuh

Salah satu contoh perubahan kebutuhan tersebut terlihat pada industri data center, yang berkembang seiring meningkatnya kebutuhan komputasi dan konektivitas. Pada forum Data Center Asia–Indonesia, perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan bahwa Indonesia saat ini memiliki 246 data center yang tersebar di 134 lokasi.

Seiring perkembangan tersebut, pembangunan data center tidak hanya mengenai peningkatan kapasitas, tetapi juga bagaimana fasilitas dapat menggunakan ruang dan energi secara efisien sekaligus dikembangkan tanpa harus membangun ulang infrastrukturnya dari awal.

Tandi Suriani, Digital Solutions Director for South East Asia, Prysmian Group, mengatakan pendekatan tersebut perlu dipertimbangkan sejak tahap desain. “Data center hari ini harus dibangun dengan mempertimbangkan pertumbuhan di masa depan. Solusinya harus scalable dan modular, sehingga ketika data center berkembang, infrastrukturnya tidak harus dibangun ulang dari nol. Dengan kebutuhan konektivitas yang terus meningkat, termasuk peralihan dari kecepatan 400 menuju 800 GBPS, maka fiber backbone perlu dirancang agar tetap dapat dikembangkan tanpa harus diganti secara menyeluruh,” paparnya.

Dengan demikian, kesiapan menghadapi pertumbuhan teknologi tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar kapasitas yang tersedia, tetapi juga oleh kemampuan infrastruktur untuk berkembang secara efisien sejak masih dirancang sedari awal.

Electric & Power: Menjaga Keandalan di Tengah Kebutuhan yang Meningkat

Kebutuhan terhadap infrastruktur yang dapat berkembang tersebut pada akhirnya tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan dan keandalan energi. Semakin banyak aktivitas industri dan teknologi bergantung pada listrik, semakin penting pula sistem kelistrikan mampu menyediakan pasokan secara kontinu dan stabil.

Presiden Direktur Wirawan Corporation, Michael Hardinata, mengatakan perkembangan teknologi telah membuat energi menjadi kebutuhan yang semakin fundamental dalam berbagai aktivitas. Internet, televisi, kendaraan listrik, dan berbagai teknologi lain, menurutnya, seluruhnya bergantung pada ketersediaanenergi. Seiring teknologi semakin berkembang dan penggunaannya semakin meluas, ia melihat kebutuhan energi Indonesia juga akan terus meningkat dan industrinya tidak akan pernah mati.

Energi itu sesuatu yang mutlak. Misalnya, waktu Covid-19 kemarin, manusianya tidak bisa bergerak, tapi rumah sakit meminta kami untuk tetap bergerak, pasokan listrik tidak boleh terhenti. Rumah sakit membutuhkan pasokan listrik yang terus meningkat. Ini membuktikan bahwa sektor kelistrikan akan tetap hidup, sehingga menjadikannya sebagai critical business,” pungkas Michael.

Kebutuhan akan kontinuitas tersebut juga dirasakan oleh industri manufaktur. Budi Tedja dari Delta Prima Makmur mengatakan pasokan energi untuk produk mereka yang digunakan dalam proses manufaktur harus tetap stabil untuk mencegah gangguan terhadap operasional. “Infrastruktur yang dibutuhkan sekarang adalah yang bisa mengolah energi secara kontinyu, memanfaatkan energi alternatif, sehingga ketergantungan terhadap energi konvensional dapat dikurangi, dan downtime dapat ditekan. Dengan begitu proses bisa terus berjalan,” ujar Budi.

Jika kebutuhan industri semakin dinamis, sistem energi pun dituntut tidak hanya andal, tetapi juga semakin fleksibel dalam mengelola berbagai sumber energi.

The Battery Show: Memastikan Nilai Baterai Sepanjang Siklus Hidup

Salah satu bagian dari sistem energi yang semakin penting dalam menghadapi kebutuhan tersebut adalah teknologi penyimpanan energi. Namun, perkembangan industri baterai juga membawa tantangan baru ketika baterai memasuki tahap akhir penggunaannya. Indonesia saat ini belum memiliki lembaga khusus yang dapat menentukansiklus pakai, tingkat penuaan, maupun sisa kualitas baterai secara komprehensif. Mekanisme pengelolaan dan daur ulang baterai setelah mencapai akhir masa pakainya juga masih perlu diperkuat.

Prof. Dr. rer. nat Evvy Kartini pada workshop The Battery Show Indonesia menilai hal tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah dalam membangun ekosistem baterai nasional, termasuk melalui ketersediaan special tools untuk mengukur kondisi baterai dan penerapan Extended Producer Responsibility (EPR). “Ini menjadi pekerjaan rumah penting dalam membangun ekosistem baterai nasional, termasuk kebutuhan terhadap special tools untuk mengukur kondisi baterai serta pengembangan mekanisme Extended Producer Responsibility (EPR) agar pengguna dapat mengetahui sejak awal usia optimal dan perkembangan ageing baterai yang digunakan. Ini yang diperlukan untuk memajukan industri baterai nasional,” terangnya.

Tantangan tersebut menjadi semakin relevan seiring dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik dan pengembangan energi terbarukan. Pengembangan ekosistem baterai perlu mempertimbangkan pengelolaan baterai setelah masa penggunaan pertamanya berakhir, karena diperkirakan limbah baterai kendaraan listrik bisa mencapai 57 ribu ton pada 2030 dan 322 ribu ton pada 2035. Kondisi tersebut membuka peluang untuk melihat baterai bekas bukan hanya sebagai limbah, tetapi sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai melalui alih fungsi (repurposing) dan daur ulang (recycling)

Hal tersebut juga menjadi perhatian dalam pengembangan sistem energi terbarukan. Energy Solution Director of Huawei, Simon Wan, mengatakan pertumbuhan energi terbarukan turut mengubah cara sistem energi dikelola. Menurutnya, energi terbarukan perlu dapat digunakan secara lokal, dikelola secara cerdas, dan diintegrasikan dengan jaringan listrik agar dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Sistem tenaga menjadi semakin lokal, fleksibel, dan kompleks. Kita membutuhkan sistem energi yang lebih cerdas dan lebih dekat dengan pengguna, sekaligus mampu mengelola berbagai sumber daya tersebut secara bersama-sama,” ujarnya.

Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi dan energi semakin membutuhkan infrastruktur yang mampu berkembang, beradaptasi, dan bekerja secara terintegrasi. Dari data center yang membutuhkan infrastruktur scalable dan modular, sistem kelistrikan yang harus menjaga kontinuitas pasokan, hingga baterai yang perlu dikelola sepanjang siklus hidupnya, kesiapan infrastruktur menjadi bagian penting dalam memastikan transformasi industri dapat berlangsung secara efisien dan berkelanjutan.

IEE Series – Energy Week 2026 masih berlangsung hingga Sabtu, 5 September 2026, di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Melalui Electric & Power Indonesia, Data Center Asia–Indonesia, dan The Battery Show Indonesia, Energy Week mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, dan pemangku kepentingan untuk melihat bagaimana perkembangan teknologi dan energi membentuk kebutuhan baru terhadap infrastruktur Indonesia. Informasi mengenai rangkaian acara, pameran, seminar, dan aktivitas pendukung Energy Week 2026 dapat diakses melalui www.iee-series.com. (RA)

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Dekatkan Dunia Industri ke Ruang Edukasi, Elnusa Tumbuh dan Berbagi Wawasan Bersama Generasi Muda Tarakan

TARAKAN, RESOURCESASIA.ID – Bagi Elnusa, setiap proyek tidak hanya menghadirkan aktivitas operasional, tetapi juga membuka …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *