Monday , 29 June 2026
Home / CSR / Inklusi Tak Lagi Seremonial: Dari Bahasa Isyarat hingga Apron, Ruang Setara Ubah Cara Pandang Disabilitas
Keterangan foto: ⁠Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida memasangkan apron kepada Cici sebagai simbol peran aktif disabilitas sebagai pelaku ekonomi. Foto Dok PHR

Inklusi Tak Lagi Seremonial: Dari Bahasa Isyarat hingga Apron, Ruang Setara Ubah Cara Pandang Disabilitas

PEKANBARU, RESOURCESASIA.ID – Tidak ada potong pita dalam peresmian Ruang Setara di Pekanbaru. Sebagai gantinya, seorang barista disabilitas dipasangkan apron, simbol sederhana ini menandai sesuatu yang lebih besar yakni dimulainya peran aktif penyandang disabilitas sebagai pelaku ekonomi, bukan sekadar penerima bantuan.
 
Ruang Setara—Coffee, Social, and Study Space—hadir sebagai bagian dari program Pemko Pesmina (Pemberdayaan Komunitas Penyandang Disabilitas Pertamina). Program ini merespons persoalan yang selama ini kerap luput yaitu keterbatasan akses ruang inklusif yang benar-benar memberi kesempatan kerja dan kemandirian bagi penyandang disabilitas.
 
Di ruang ini, inklusi tidak berhenti pada slogan. Sejak awal acara, konsep kesetaraan langsung dirasakan. Tamu undangan tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi diminta diajak berinteraksi menggunakan bahasa isyarat saat memesan menu, menjadi sebuah pengalaman yang membalik perspektif umum tentang komunikasi dan keterbatasan.

Keterangan foto: ⁠Cici, kru dapur, seorang disabilitas tuli sedang memperkenalkan diri menggunakan bahasa isyarat. Foto Dok PHR

Di sisi lain, keterlibatan 195 penyandang disabilitas dalam program Pemko Pesmina ini, mendapatkan pelatihan dan akses untuk aktivitas ekonomi produktif menuju kemandirian.
 
Mereka dilatih menjadi barista, pelaku usaha kuliner, hingga pengelola layanan seperti laundry sepatu dan pijat tuna netra. Namun pendekatan yang dibangun tidak berhenti pada keterampilan individu. Program ini dirancang sebagai ekosistem guna menghubungkan pelatihan, operasional usaha, hingga pembentukan koperasi disabilitas. 

Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, menegaskan bahwa pendekatan ini sengaja dirancang untuk menggeser paradigma pemberdayaan. “Melalui Ruang Setara, kami ingin memastikan bahwa inklusi tidak hanya berhenti pada akses, tetapi berlanjut pada kesempatan nyata untuk bekerja, berinteraksi, dan mandiri. Penyandang disabilitas bukan objek program, melainkan subjek yang berdaya dan berkontribusi.”

Keterangan foto: Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, Zulfadli, belajar memesan menggunakan bahasa isyarat

Ia menambahkan, pengalaman langsung seperti penggunaan bahasa isyarat dalam interaksi sehari-hari menjadi bagian penting untuk membangun empati sosial yang selama ini masih terbatas. “Inklusi perlu dirasakan, bukan hanya dibicarakan. Karena itu, kami mendorong interaksi langsung agar masyarakat melihat kemampuan, bukan keterbatasannya.”
 
Apresiasi terhadap inisiatif tersebut juga disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, Zulfadli. Menurutnya, langkah yang dilakukan PHR merupakan bentuk nyata implementasi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2025, yang mendorong perusahaan dan instansi untuk memberikan kesempatan kerja bagi penyandang
disabilitas.
 
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina Hulu Rokan yang telah mengimplementasikan amanat Perda Nomor 9 Tahun 2025. Melalui Kafe Ruang Setara, PHR telah melangkah lebih maju dalam membuka kesempatan kerja bagi teman-teman disabilitas. Ini menjadi contoh nyata bahwa dunia usaha dapat berperan aktif menciptakan lingkungan kerja yang inklusif,”  Ucap Zulfadli. 
 
Momen paling menyentuh hadir ketika Cici, salah seorang kru dapur penyandang disabilitas, memperkenalkan dirinya menggunakan bahasa isyarat. Dengan senyum yang tak mampu disembunyikan dan sorot mata penuh keyakinan, ia mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan bekerja yang kini dimilikinya.

Foto bersama Komunitas Disabilitas dan Pertamina Hulu Rokan

Baginya, pekerjaan ini tidak hanya sumber penghasilan, melainkan pintu yang membuka mimpi-mimpi yang selama ini menunggu untuk diwujudkan. Ia berharap Kafe Ruang Setara dapat menjadi jalan yang sama bagi lebih banyak teman penyandang disabilitas untuk berkarya dan mandiri.
 
Program Pemko Pesmina melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, SKK Migas, SLB, hingga komunitas dan koperasi disabilitas. Kolaborasi ini menjadi kunci agar program tidak berhenti sebagai proyek jangka pendek, melainkan berkembang menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan.

Keterangan foto: Pengunjung Ruang Setara memesan minuman menggunakan bahasa isyarat

Lebih dari sekadar ruang usaha, Ruang Setara menghadirkan cara pandang baru: bahwa inklusi bukan tentang menyediakan tempat khusus, tetapi membuka ruang yang sama—di mana setiap orang, dengan segala perbedaannya, dapat bekerja, belajar, dan tumbuh bersama. (Rama Julian Saputra)

Foto: Dok PHR

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

‎Transformasi Menuju Kelas Dunia, PLN Indonesia Power Sukses Sabet ESG Governance International Awards 2026

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT PLN Indonesia Power (PLN IP) kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *