JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Aplikasi MAGMA Indonesia (Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assessment in Indonesia) besutan Badan Geologi terus menunjukkan perannya sebagai salah satu instrumen penting dalam mitigasi bencana geologi di Indonesia dan dunia penerbangan internasional. Melalui penyediaan informasi yang cepat, akurat, dan real-time, aplikasi ini membantu masyarakat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan dalam memantau aktivitas gunungapi, potensi gerakan tanah, hingga ancaman bencana geologi lainnya sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan lebih dini.
Kontribusi tersebut kini mendapat pengakuan dunia. MAGMA Indonesia berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang United Nations Public Service Awards (UNPSA) 2026 yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk kategori Delivering Inclusive and Equitable Services to Leave No One Behind.
Dalam ajang tersebut, MAGMA Indonesia menerima penghargaan Honourable Mention dan masuk dalam daftar 12 inisiatif pelayanan publik terbaik dunia. Penghargaan ini menjadi pencapaian istimewa mengingat terdapat sekitar 700 inovasi dari 62 negara yang mengikuti seleksi UNPSA 2026.
Menanggapi capaian tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasinya atas kerja keras tim yang telah mengembangkan sistem tersebut secara mandiri sejak 2015.
“Alhamdullillah, Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) berhasil meraih penghargaan di tingkat internasional melalui inovasi MAGMA (Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assessment) dengan meraih Honourable Mention pada UNPSA 2026. Dari kurang lebih 700 aplikasi yang berasal dari 62 negara, PBB hanya memberikan penghargaan kepada 12 inisiatif terbaik dunia, dan MAGMA menjadi salah satu penerimanya,” kata Lana usai menerima penghargaan di Tbilisi Georgia , Kamis (25/6) waktu setempat.
Lana, yang hadir langsung didampingi Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Rita Susilawati serta perwakilan inovator Dr. Devi Kamil, menegaskan bahwa penghargaan dari PBB tersebut merupakan bukti nyata bahwa inovasi teknologi yang lahir dari birokrasi Indonesia mampu bersaing dan mendapat pengakuan di tingkat global.
“MAGMA Indonesia dirancang 100% oleh putra-putri terbaik Badan Geologi dengan satu tujuan utama, menyelamatkan nyawa dan meminimalisir dampak bencana. Pengakuan internasional ini akan menjadi pelecut semangat bagi Badan Geologi untuk terus mengembangkan fitur-fitur mitigasi yang jauh lebih presisi dan interaktif ke depannya,” imbuhnya.
Pengakuan internasional tersebut melengkapi sederet prestasi yang sebelumnya telah diraih MAGMA Indonesia. Pada 2017, aplikasi ini masuk dalam Top 40 Inovasi Pelayanan Publik Nasional. Sementara pada 2023, MAGMA kembali memperoleh predikat Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
Capaian tersebut menegaskan pengakuan nasional maupun internasional terhadap inovasi Badan Geologi dalam menghadirkan layanan informasi kebencanaan geologi yang cepat, akurat, dan andal guna melindungi masyarakat.
Kehadiran MAGMA Indonesia dinilai semakin penting mengingat Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yang memiliki tingkat kerawanan geologi tinggi. Indonesia tercatat memiliki 127 gunungapi aktif serta berpotensi menghadapi berbagai bencana geologi, seperti gempabumi, tsunami, dan gerakan tanah.
Melalui platform ini, berbagai informasi kebencanaan geologi disajikan secara quasi-real-time dan dapat diakses oleh masyarakat maupun pemangku kepentingan. Informasi tersebut antara lain Volcanic Activity Report (VAR) yang memuat laporan terkini aktivitas gunungapi, Community Reporting System yang memungkinkan masyarakat melaporkan kejadian bencana secara langsung, serta informasi Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB).
Selain itu, MAGMA juga dilengkapi peta digital dengan algoritma yang dapat membantu pengguna mengukur jarak aman dari pusat bencana. Fitur-fitur tersebut memungkinkan proses penyebaran informasi kebencanaan berlangsung lebih cepat, efektif, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Penyelenggaraan UNPSA 2026 di Tbilisi, Georgia, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang mampu menghadirkan inovasi pelayanan publik berkelas dunia. Kementerian ESDM berharap keberhasilan MAGMA Indonesia dapat menjadi inspirasi bagi instansi pemerintah lainnya untuk terus melahirkan terobosan berbasis digital yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung upaya pengurangan risiko bencana di Indonesia. (Sumber KESDM)
Foto: Dok KEMENPANRB
Resources Asia Energi News Makers