Sunday , 28 June 2026
Home / ENERGI TERBARUKAN / Sektor Ketenagalistrikan Cetak Capaian Positif, Bauran EBT Melampaui Target 2026
Tampak Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Suana berkapasitas 3,5 MWp di Nusa Penida. Kini, dengan smart microgrid, pembangkit dan Battery Energy Storage System (BESS) 1,8 MWh di wilayah tersebut dapat terintegrasi dan diatur secara otomatis untuk menyeimbangkan pasokan energi terbarukan dan cadangan diesel secara real time.(Foto/PLN/Nusa Penida)

Sektor Ketenagalistrikan Cetak Capaian Positif, Bauran EBT Melampaui Target 2026

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Kinerja pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di sektor ketenagalistrikan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga April 2026, porsi EBT dalam bauran pembangkit listrik nasional telah mencapai 17,89 persen, melampaui target yang ditetapkan pemerintah untuk tahun 2026 sebesar 16,46 persen.

Informasi tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno, saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI pada Kamis (4/6/2026).

Dalam paparannya, Tri mengungkapkan bahwa kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional saat ini telah mencapai 108 GW. Dari total kapasitas tersebut, sekitar 16,26 GW atau setara 15 persen berasal dari pembangkit yang memanfaatkan sumber energi baru terbarukan.

“Kondisi ini memberikan harapan porsi EBT berada di jalur yang baik, meski bauran fosil dan keterbatasan pasokan gas masih menjadi isu yang perlu terus dibenahi,” ujar Tri.

Ia menjelaskan, kontribusi EBT dalam sistem kelistrikan nasional saat ini berasal dari berbagai sumber energi bersih, mulai dari tenaga air, bioenergi, panas bumi, tenaga surya, hingga tenaga angin. Namun demikian, dominasi energi fosil dalam sistem kelistrikan masih cukup besar sehingga upaya percepatan pengembangan energi bersih tetap menjadi agenda penting pemerintah.

Selain perkembangan bauran EBT, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan juga menyampaikan sejumlah program prioritas yang tengah dijalankan. Salah satunya adalah usulan anggaran subsidi listrik tahun 2027 sebesar Rp108,43 triliun. Skema subsidi tersebut dirancang agar semakin tepat sasaran melalui pemanfaatan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Pemerintah juga terus mempercepat pelaksanaan Program Listrik Desa (Lisdes) serta Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) guna memperluas akses listrik bagi masyarakat di berbagai wilayah.

Dengan capaian bauran EBT yang telah melampaui target tahunan, pemerintah meyakini pengembangan energi terbarukan yang konsisten akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Langkah tersebut sekaligus mendukung pencapaian target transisi energi dan pembangunan rendah karbon yang menjadi bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia. (RA)

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Progress PLTS KDKMP Pulau Sembur Tahap I Capai 75 Persen , Proyek Koperasi Berbasis Energi Terbesar Pertama di Indonesia

BATAM, RESOURCESASIA.ID – Pembangunan tahap pertama Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *