Wednesday , 10 June 2026
Home / ENERGI HIJAU / EESA Summit Indonesia 2026 Percepat Transisi Energi dan Teknologi Penyimpanan Energi Untuk Masa Depan Berkelanjutan

EESA Summit Indonesia 2026 Percepat Transisi Energi dan Teknologi Penyimpanan Energi Untuk Masa Depan Berkelanjutan

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Dalam rangka memperkuat kerja sama internasional, mendorong penguatan industri dalam negeri, serta mempercepat peralihan ke energi bersih di Indonesia, EESA Summit Indonesia 2026 kembali di gelar pada Selasa, 9 Juni 2026, di Pullman Hotel Thamrin, Jakarta.

EESA Summit Indonesia 2026 terselenggara sebagai platform penting untuk menghubungkan pasar Indonesia yang berkembang pesat dengan penyimpanan energi canggih dari Tiongkok, mendorong kolaborasi melalui pertemuan bisnis, diskusi kebijakan, dan keterlibatan langsung yang diprakarsai oleh EESA China bekerja sama dengan Seven Event, serta mendapat dukungan penuh dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia.

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki tantangan sekaligus peluang besar dalam bidang energi terbarukan. Penggabungan energi bersih, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar yang sesuai dengan rencana peta jalan (roadmap) 100 GW nasional, membutuhkan kesiapan jaringan listrik yang modern.

Untuk mengatasi sifat pasokan energi surya dan angin yang tidak menentu atau bergantung pada cuaca, teknologi penyimpanan energi (energy storage system) serta sistem jaringan listrik mandiri (microgrid) menjadi kunci penting dalam menciptakan sistem kelistrikan yang stabil, andal, dan efisien di seluruh wilayah Nusantara.

Agus Riyadi, COO Seven Event selaku penyelenggara mengatakan, “EESA Summit Indonesia 2026 hadir sebagai jembatan strategis untuk mempertemukan pemerintah selaku pembuat kebijakan dengan para pelaku industri utama di sektor ini. Kami berharap, sinergi yang kuat antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya melalui pemanfaatan inovasi teknologi penyimpanan energi, dapat mempercepat pencapaian target transisi energi bersih serta mendukung ketahanan energi nasional yang andal dan berkelanjutan,” ujar Agus.

Sejalan dengan visi tersebut, EESA Summit Indonesia 2026 menghadirkan para pejabat pemerintah dan pengambil kebijakan untuk membagikan rencana jangka panjang kelistrikan nasional. Hadir sebagai keynote speaker dalam EESA Summit 2026, Harris selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) yang kehadirannya mewakili Eniya Listiani Dewi selaku Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM, yang menjelaskan kebijakan pemerintah dalam mendukung penggunaan alat penyimpanan energi, termasuk aturan investasi serta peta jalan energi nasional.

Kolaborasi Teknologi Energi untuk Masa Depan Berkelanjutan

Kehadiran berbagai perusahaan teknologi terkemuka dari Tiongkok menjadi bukti nyata keseriusan komitmen kerjasama dalam memajukan bidang penyimpanan energi di Indonesia. Melalui partisipasi pakar global seperti Peng Yi selaku Overseas Pre-sales Technical General Manager Cornex New Energy Co., Ltd., Michael selaku Sales Director of APAC Shenzhen Megarevo Technology Co., Ltd. dan Riko Sugiyanto selaku Country Manager Shenzhen Topband Co., Ltd., sesi seminar ini menjadi wadah untuk berbagi pengalaman tentang teknologi cerdas yang telah sukses dijalankan di Tiongkok. Solusi tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam menjawab tantangan keterbatasan listrik di daerah terpencil dan kepulauan Indonesia.

Sesi diskusi mengangkat tema “Indonesia’s Energy Storage Market Policy Direction, Project Opportunities and Localization Priorities”. Dalam sesi ini, Hery Ferdiansyah selaku Koordinator Keteknikan dan Lingkungan Direktorat Energi Terbarukan, Kementerian ESDM memaparkan arahan kebijakan pemerintah dalam membuka peluang kerja sama global demi mencapai target Bebas Emisi (Net Zero Emission) pada tahun 2060.

Kedepan langkah tersebut didukung oleh Nico Samuel Saroinsong selaku Executive Vice President Power Plant Procurement and IPP, PT PLN (Persero) yang menyampaikan gambaran mengenai proyek energi baru terbarukan yang telah dan sedang berjalan. Sementara itu, Jason Zhao selaku Deputy General Manager & Chief Engineer Resource Electric Tianjin Ltd turut melengkapi diskusi dengan memaparkan solusi teknologi tepat guna yang dapat diterapkan di Indonesia.

Memasuki pembahasan mengenai regulasi industri, sesi berikutnya fokus pada tema “The TKDN 2.0 Era – Joint Venture Strategies from Compliance to Long-term Value Creation”.

Dessy Lusyana selaku Ketua Tim Penerapan dan Temu Bisnis Pusat P3DN Kementerian Perindustrian menjelaskan penerapan TKDN secara praktis, regulasi, sertifikasi, serta penguatan industri lokal. Sudut pandang industri mengenai tantangan dan strategi kerja sama patungan (Joint Venture) dengan pihak asing dibahas oleh Hendry Asdayoka Putra selaku Presiden Direktur PT PLN Indonesia Power Renewables bersama dengan Maxine Gao selaku Senior Strategic Development, PT Timur Assets Indonesia.

EESA Summit Indonesia 2026 juga mengupas topik khusus kewilayahan melalui sesi “Archipelago Energy Solutions – Microgrid Economic, Financing, and Operational Innovation”.

Nur Hadiyanto selaku Koordinator Percepatan Penyediaan Infrastruktur Listrik Desa dan Kemasyarakatan, Kementerian ESDM menjabarkan strategi serta tantangan pemerintah dalam pemerataan listrik di daerah kepulauan. Sesi ini menjadi sangat penting mengingat pemerintah melalui Kementerian ESDM telah menargetkan pembangunan Listrik Desa (Lisdes) di 2.065 lokasi di berbagai wilayah Indonesia pada 2026.

Selain, Priambudi Pujihatma selaku VP Reliability & Asset Integrity Management, PT Pertamina New and Renewable Energy, membagikan pengalaman yang terjadi secara langsung di lapangan pada proyek microgrid di daerah kepulauan dan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dan Charlie selaku Managing Director PT Roche Energi Powerindo.

Sesi summit ditutup pembahasan skema pendanaan berkelanjutan bertema “Project & Investment Roundtable from Pilot Projects to Scaled Deployment – Financing and Partnership Models in Indonesia”. Rene Duan selaku Secretary General EESA membagikan pengalaman Tiongkok dalam mengembangkan model pembiayaan proyek penyimpanan energi skala besar. Kelayakan proyek dan manajemen risiko investasi dipaparkan oleh Rendra Firmansyah selaku VP Business Development Management PLN (Persero) beserta Jessica Rolindrawan selaku Direktur PT Alam Energy Renewables. Kesiapan proyek untuk memperoleh pendanaan internasional diulas oleh Woo Yong Lee selaku Investment Officer International Finance Corporation (IFC), serta Jassen selaku Regional Sales Director Asia Pacific Region Xi’an JDEnergy Co., Ltd. yang membahas struktur kemitraan yang ideal.

Rene Duan selaku Secretary General EESA menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para regulator, praktisi, dan pelaku industri yang hadir dan berbagi wawasan dalam EESA Summit Indonesia kali ini. “Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam mengembangkan energi bersih. Melalui EESA Summit Indonesia ini, kami berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kerja sama antara Tiongkok dan Indonesia sehingga dapat mewujudkan sistem energi masa depan yang andal dan ramah lingkungan,” ujar Rene.

Melalui sinergi yang tercipta dalam EESA Summit Indonesia 2026, kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak bagi kemandirian energi nasional. Pemanfaatan teknologi penyimpanan energi dari Tiongkok diharapkan mampu menjadi solusi teknis sekaligus langkah strategis bersama dalam memperkuat infrastruktur pasokan listrik yang bersih, stabil, dan berkelanjutan di seluruh wilayah kepulauan Indonesia. (Rama Julian Saputra)

Foto: Dok EESA Summit

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Pertamina Internasional EP Hadir di UGM melalui Leaders Go to Campus

YOGYAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang berdampak langsung pada rantai pasok …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *