Saturday , 27 June 2026
Home / KELISTRIKAN / PLN EPI Gandeng BBSP KEBTKE Perkuat Bioenergi untuk Tekan Emisi
Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto mengatakan bioenergi memiliki peran strategis karena menjadi satu-satunya sumber energi terbarukan yang secara langsung menurunkan emisi karbon pada sistem pembangkit eksisting.

PLN EPI Gandeng BBSP KEBTKE Perkuat Bioenergi untuk Tekan Emisi

‎JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat pengembangan bioenergi sebagai instrumen utama penurunan emisi karbon melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (BBSP KEBTKE) Kementerian ESDM. Kerja sama ini difokuskan pada pengujian, standardisasi, hingga penyusunan kajian teknis bioenergi guna mendukung target transisi energi, ketahanan energi nasional dan mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE).

‎Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto mengatakan bioenergi memiliki peran strategis karena menjadi satu-satunya sumber energi terbarukan yang secara langsung menurunkan emisi karbon pada sistem pembangkit eksisting. Menurutnya, sebelum masuk pada opsi pensiun dini pembangkit, upaya reduksi emisi harus dimaksimalkan melalui pemanfaatan bioenergi.

‎“Dalam kerangka net zero emission, bioenergi menjadi kunci karena tidak sekadar mengganti kapasitas, tetapi benar-benar menekan emisi karbon pada sistem yang sudah berjalan. Ini penting untuk memastikan transisi energi tetap realistis dan berkelanjutan,” ujar Rakhmad.

PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menandatangani Nota Kesepahaman dengan BBSP KEBTKE untuk memperkuat pengembangan bioenergi sebagai instrumen penurunan emisi karbon. Kerja sama difokuskan pada pengujian, standardisasi, dan penyusunan kajian teknis bioenergi guna mendukung transisi energi, ketahanan energi nasional, serta target Net Zero Emission.

Ia menambahkan, sinergi dengan BBSP KEBTKE diharapkan dapat memperkuat fondasi teknis pengembangan bioenergi, mulai dari pengujian hingga evaluasi proyek, agar implementasi di lapangan berjalan konsisten dan terukur.

‎Kepala BBSP KEBTKE Trois Dilisusendi menilai bioenergi merupakan salah satu jawaban penting dalam agenda transisi energi nasional. Saat ini, kontribusi bioenergi sudah menyumbang lebih dari separuh porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional.

‎“Bioenergi itu lengkap. Ketika kita bicara gas ada biogas, bicara batubara ada biomassa, bicara BBM ada biofuel. Bahkan bioenergi tidak hanya net zero, tapi berpotensi menuju karbon negatif. Semakin besar pemanfaatannya, semakin cepat target net zero bisa dicapai,” kata Trois.

‎Menurutnya, BBSP KEBTKE siap mendukung pengembangan bioenergi melalui fasilitas pengujian yang mumpuni, penyusunan data potensi EBT, kajian pra-feasibility study (pra-FS) dan feasibility study (FS), hingga pengembangan standar mutu.

“Kualitas menjadi kunci. Peningkatan persentase pemanfaatan bioenergi tidak akan berjalan jika standar mutu dan pengujian tidak dijaga dengan ketat,” ujarnya.

‎Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir menambahkan bahwa kerja sama ini menjadi salah satu yang tercepat direalisasikan karena kebutuhan teknis di lapangan sudah sangat jelas. Saat ini, PLN EPI saat ini mengelola pasokan bioenergi lebih dari dua juta ton per tahun dengan hampir seratus mitra, namun masih menghadapi tantangan besar dari sisi kualitas dan karakteristik biomassa.

‎“Kualitas terus membaik dari tahun ke tahun, tapi itu belum cukup. Kami butuh pengujian yang kredibel dan independen sejak awal agar standar bisa dijaga konsisten,” ujar Hokkop.

‎Ia menjelaskan, kerja sama juga mencakup penyusunan kajian pendahuluan dan kajian kelayakan guna memastikan aspek teknis dan komersial proyek lebih terkontrol sejak tahap awal. Pengembangan standar mutu menjadi prioritas mengingat PLN EPI menargetkan pengembangan hingga 22 fasilitas produksi bioenergi hingga 2030.

‎“Volume besar tidak akan berarti jika mutunya tidak terjamin. Kami ingin kualitasnya dulu dikunci. Dengan keterlibatan BBSP KEBTKE, kami optimis pengembangan bioenergi bisa lebih disiplin, terukur, dan berkelanjutan,” kata Hokkop.

Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto mengatakan bioenergi memiliki peran strategis karena menjadi satu-satunya sumber energi terbarukan yang secara langsung menurunkan emisi karbon pada sistem pembangkit eksisting.

PLN EPI menargetkan kerja sama ini segera masuk tahap implementasi mulai awal tahun depan sebagai bagian dari strategi menekan emisi, memperkuat bauran energi nasional, dan menjaga ketahanan energi jangka panjang.

Melalui penguatan standar dan kolaborasi teknis yang solid, bioenergi bukan hanya menjadi jembatan transisi, tetapi fondasi nyata menuju sistem energi rendah karbon yang andal dan berkelanjutan. (Rama Julian)

Foto: PLN EPI

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Progress PLTS KDKMP Pulau Sembur Tahap I Capai 75 Persen , Proyek Koperasi Berbasis Energi Terbesar Pertama di Indonesia

BATAM, RESOURCESASIA.ID – Pembangunan tahap pertama Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *