JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengalami penyusutan pendapatan sedalam 22,7 persen secara tahunan menjadi USD1,287 miliar sepanjang 9 bulan 2025.
Pasalnya, penjualan emas, perak, katoda tembaga, NPI, Nikel matte dan bijih nikel ke pasar dalam negeri merosot 7,9 persen secara tahunan menjadi USD948,94 juta. Senasib, nilai ekpsor hasil tambang serupa anjlok 46,02 perse secara tahunan menjadi USD346,95 juta.
Namun beban pokok pendapatan turun 27,6 persen secara tahunan menjadi USD1,121 miliar. Salah satu pos pengurang beban yakni biaya pengolahan yang turun 43,4 persen secara tahunan menjadi USD654,95 juta.
Sehingga laba kotor naik 40,6 persen secara tahunan menjadi USD166,05 juta. Seirama, laba usaha turut naik 55,1 persen secara tahunan menjadi USD121,82 juta.
Alhasil, emiten dengan penerima manfaat akhir Winato Kartono dan Edwin Soeryadjaya ini membukukan laba sebelum pajak senilai USD35,72 juta dan laba periode berjalan USD14,28 juta pada akhir September 2025.
Kondisi itu membaik dibanding akhir September 2024 yang menderita rugi sebelum pajak USD20,5 juta dan rugi periode berjalan USD19,61 juta.
Tapi Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro melaporkan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau rugi bersih sedalam USD34,7 juta pada akhir September 2025.
Sedangkan bagian kepentingan non pengendali justru membukukan laba USD49,04 juta.
Dampaknya, saldo laba belum dicadangkan berkurang 20 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi USD170 juta pada akhir September 2025.
Sementara itu, total ekuitas meningkat 2,7 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi USD2,997 miliar pada akhir September 2025. Pada sisi lain, jumlah kewajiban bertambah 13,2 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi USD2,609 miliar pada akhir September 2025.
MDKA masih memiliki kas setara kas senilai USD430,3 juta pada akhir September 2025. Sedangkan kas bersih diperoleh aktivitas operasi sepanjang 9 bulan 2025 mencapai USD174,4 juta.
Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal III 2025 telah audit MDKA pada laman BEI dikutip Kamis (18/12/2025). (Abdul Aziz)
Foto: MDKA
Resources Asia Energi News Makers