PASURUAN, RESOURCESASIA.ID — PLN Indonesia Power (PLN IP) melalui Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Grati meluncurkan program inovasi sosial bertajuk Ranu Lestari 2025, sebuah inisiatif strategis yang menyatukan konservasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pemulihan ekosistem Danau Ranu Grati. Program ini menjadi simbol transformasi energi yang tidak hanya mengalir melalui kabel, tetapi juga melalui nilai-nilai kehidupan yang tumbuh di tengah masyarakat.
Danau Ranu Grati, yang membentang seluas 1.085 hektare, selama ini menjadi sumber penghidupan bagi ribuan warga di Kecamatan Grati dan Lekok. Namun, selama bertahun-tahun, danau ini menghadapi tekanan berat akibat pencemaran limbah, sedimentasi, dan penurunan kualitas air. Bahkan, satu jenis ikan endemik, ikan lempuk, terancam punah. Lebih dari 1.260 keramba jaring apung dan puluhan kelompok nelayan kini berada di ambang krisis.
Melalui program Ranu Lestari, PLN IP menghadirkan solusi berbasis ekonomi sirkular dan konservasi komunitas. Inovasi seperti barrier sampah dari 1,7 ton besi bekas dan styrofoam, pembangunan rumah eco enzym, serta keramba konservasi ikan lempuk menjadi tonggak perubahan. Gerakan penuangan lebih dari 10 ton eco enzym ke danau dilakukan secara rutin untuk memperbaiki kualitas air, sementara lebih dari 7 ton sampah buah dan non-organik berhasil dikelola melalui rumah kompos dan bank sampah.

“Kami percaya bahwa energi sejati adalah energi yang menghidupkan. Ranu Lestari adalah bukti bahwa keberlanjutan bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang bagaimana kita membangun masa depan bersama dari danau, dari desa, dari masyarakat,” tegas Bernadus Sudarmanta Direktur Utama PLN IP.
Dampak program ini terasa nyata. Lebih dari Rp170 juta dihasilkan dari budidaya ikan ramah lingkungan dan pengelolaan sampah. Sebanyak 32 orang tergabung dalam Pokja Eco Enzym, dan 420 warga aktif dalam gerakan peduli sampah. Tiga kelompok nelayan kini memiliki keterampilan baru dalam budidaya ikan campursari dan pengelolaan pakan mandiri.
Program inovasi sosial ini juga dihubungkan dengan program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) di salah satu TPA Kab. Pasuruan bekerjasama dengan dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana (DP3AP2KB), Melalui program inovasi sosial ini, anak anak juga mendapat dukungan gizi dengan pemberian makanan dari hasil budidaya danau ranu seperti olahan ikan lempuk, ikan nila dan ikan patin.
Program ini juga mendapat pengakuan dari pemerintah daerah. Dinas SDA Kabupaten Pasuruan menyatakan bahwa inovasi barrier sampah yang dilakukan PLN IP adalah yang pertama di wilayah tersebut, dan menjadi inspirasi bagi lahirnya inovasi-inovasi sosial lainnya. Kolaborasi dengan Universitas Brawijaya, Dinas Perikanan, dan komunitas lokal memperkuat posisi Ranu Lestari sebagai model pentahelix pembangunan berkelanjutan.

Dengan roadmap hingga 2026, Ranu Lestari bukan hanya tentang danau. Ia adalah tentang peradaban lokal yang bangkit, tentang energi yang menyatu dengan alam, dan tentang Indonesia yang bergerak menuju masa depan yang lebih hijau, adil, dan berdaya. (Rama Julian)
Foto: PLN Indonesia Power
Resources Asia Energi News Makers