JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Serikat Pekerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyampaikan aspirasi dan tuntutan kepada para pemegang saham agar mempertimbangkan penambahan jumlah anggota Direksi dengan mengangkat kader internal perusahaan sebagai Direktur baru.
Ketua Umum Serikat Pekerja PGN, Ardi Viryawan menegaskan, langkah ini penting untuk memastikan keberlanjutan transformasi perusahaan, peningkatan kinerja, serta terjaganya nilai-nilai korporasi yang telah dibangun sejak PGN berdiri.
“Pemimpin dari internal akan lebih cepat beradaptasi, lebih tepat mengambil keputusan strategis, dan mampu menjaga kesinambungan program kerja yang sudah berjalan,” ujar Ardi dalam keterangan resminya, Selasa (26/8/2025).
Menurut Serikat Pekerja PGN, ada beberapa pertimbangan utama mengapa pengangkatan kader internal menjadi Direksi baru sangat relevan dan perlu ada fakta dan pertimbangan: pertama, PGN sebagai Perusahaan Strategis Nasional. PGN memegang peran vital dalam infrastruktur energi nasional, khususnya di sektor distribusi dan pengelolaan gas bumi. Hal ini menuntut kepemimpinan yang memahami secara mendalam industri energi dan regulasi terkait.
Kedua, Kompleksitas Proses Bisnis. Rantai pasok gas bumi, pembangunan proyek infrastruktur, layanan pelanggan, serta sinergi dengan subholding dan anak perusahaan membutuhkan keahlian teknis dan manajerial yang telah teruji.
Ketiga, Sejarah dan Budaya Perusahaan. Perjalanan panjang PGN, mulai dari status BUMN hingga menjadi bagian dari Subholding Gas Pertamina, membentuk budaya serta nilai kerja yang unik dan harus dipahami secara utuh oleh pimpinan perusahaan.
Keempat, Potensi Kader Internal. PGN memiliki banyak profesional dengan rekam jejak, kompetensi, dan integritas tinggi. Mereka telah berkontribusi pada berbagai pencapaian strategis perusahaan dan layak diberi kesempatan memimpin.
Ardi mengatakan, Serikat Pekerja PGN menilai, Direksi yang berasal dari internal perusahaan akan lebih memahami struktur organisasi dan truktur kerja, termasuk dinamika SDM dan pola koordinasi lintas divisi. Lalu, proses bisnis dari hulu ke hilir, mencakup aspek teknis, komersial, hingga regulasi.
Mereka juga lebih memahami lingkungan bisnis yang meliputi tren industri, persaingan pasar, dan peluang pertumbuhan di sektor energi. Selain itu, memahami sejarah dan perjalanan PGN sebagai warisan yang membentuk identitas perusahaan.
Ardi menambahkan, aspirasi ini bukan hanya kepentingan internal, melainkan juga demi memperkuat daya saing dan menjaga keberlanjutan pertumbuhan PGN di tengah tantangan energi nasional.
“Kami mengajak seluruh pemegang saham, baik mayoritas maupun minoritas, untuk mempertimbangkan aspirasi ini demi memperkuat masa depan PGN yang lebih kuat dan berkelanjutan untuk pertumbuhan perusahaan,” ujarnya.
Serikat Pekerja PGN merupakan salah satu serikat pekerja pendiri Federasi Serikat Pekerja BUMN Indonesia Raya (IRA) yang saat ini berada di bawah komando H. Sutisna sebagai Ketua Umum Federasi. (Rama Julian)
Foto: Serikat Pekerja PGN
Resources Asia Energi News Makers