Monday , 20 April 2026
Home / ENERGI MINYAK & GAS / SKK Migas Bersama Media Nasional Kunjungi PT Rainbow Tubulars Manufacture di Batam
Kepala Divisi Prokom SKK Migas, Hudi D Suryodipuro

SKK Migas Bersama Media Nasional Kunjungi PT Rainbow Tubulars Manufacture di Batam

RESOURCESASIA.ID, BATAM – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama(KKKS) dan puluhan media nasional mengunjungi PT Rainbow Tubulars Manufacture (RTM), Batam, Kepulauan Riau agar dapat memberikan informasi dan pemahaman kepada awak media mengenai pengembangan Kapasitas Nasional yang dilakukan oleh SKK Migas.

SKK Migas mencatat bahwa target produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari (bopd) serta gas 12 ribu juta kaki kubik per hari (MMscfd) masih terus dijaga. Sehingga guna menjaga keberlanjutan target tersebut maka industri pendukung dalam negeri juga harus siap sekaligus melanjutkan tren positif pertumbuhan industri dalam negeri.

PT Rainbow Tubulars Manufacture (RTM) merupakan salah satu industri pendukung industri migas tanah air dan satu-satunya yang memproduksi pipa seamless atau Oil Country Tubular Goods (OCTG). Perusahaan yang menjadi bagian dari PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) memproduksi pipa seamless dan sudah tersertifikasi API 5CT (Casing & Tubing) dan API 5L (Line Pipe).

Penggunaan OCTG yang dibuat di dalam negeri dalam proyek migas tentu membuat operasional menjadi lebih efisien selain itu yang utamanya juga ini juga pipa seamless produksi Rainbow Tubulars Tingkat Komponen dalam Negeri (TKDN) sudah mencapai lebih dari 50%. Tidak hanya untuk kebutuhan dalam negeri RTM juga sudah mampu melakukan ekspansi bisnis dan memasok produknya ke Rusia, Kanada serta Amerika Serikat.

BACA JUGA:

SUNI Pasok Casing Low Grade untuk Pertamina EP

Direktur Komersial dan Bisnis Rainbow Tubulars Manufacture Rudy Barkeilona menyatakan pipa seamless Rainbow Tubulars dipasok untuk memenuhi kebutuhan operasional beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), antara lain Pertamina EP, Pertamina Hulu Rokan (PHR), Medco E&P Indonesia, Petrochina serta Energi Mega Persada (EMP) yang memiliki banyak kegiatan produksi.

Direktur Komersial dan Bisnis Rainbow Tubulars Manufacture Rudy Barkeilona

“Distribusi produk kami sepanjang tahun 2023, hampir 73% untuk Subholding Upstream Pertamina, overseas 10% , other 2% (KKKS lainnya), serta ke Pertamina Hulu Rokan 15%. Untuk 2024 komitmen untuk suplai pasar domestik seluruhnya,” kata Rudy saat kunjungan awak media di pabrik PT Rainbow Tubulars Manufacture disela kegiatan Media Gathering SKK Migas, Batam, Kepulauan Riau, Rabu,(20/11/2024).

RTM berdiri tahun 2016 dan langsung mendapatkan sertifikasi API atau standarisasi suplai material hulu migas tahun 2017, lalu 2018 dapatkan sertifikat TKDN dan SKUP dari pemerintah karena nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri lebih dari 40%.

RTM sendiri sedang membangun plant atau pabrik kedua dengan kapasitas mencapai 40.000 ton per tahun dengan total investasi lebih dari Rp300 miliar. “Dengan adanya tambahan new plant kapasitas 40.000 ton jadi total kapasitas produksi 70.000 ton per tahun. Sehingga doiharapkan target kami kuartal 3 tahun 2025 rampung,” ujar Rudy.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala Divisi Prokom SKK Migas, Hudi D Suryodipuro menilai bahwa keberadaan PT RTM membuktikan industri penunjang hulu migas dalam negeri memainkan peranan penting dalam mengejar target produksi migas nasional

Hudi berharap dengan adanya peningkatan kapasitas produksi nantinya dibarengi dengan peningkatan pekerjaan para KKKS yang berujung pada peningkatan produksi migas.

“Tahun ini ada 925 sumur dibor, tahun depan kita kejar diatas 1.000 sumur. Kegiatan lain juga akan naik. Jadi ini membutuhkan dukungan kesiapan teman- teman industri pendukung,” tambah Hudi.

Hudi menambahkan industri hulu migas tidak mau hanya jadi revenue center tapi juga motor penggerak ekonomi nasional. Keberadaan RTM juga menunjukan bahwa TKDN bisa langsung berdampak pada perekonomian daerah termasuk dalam penyerapan tenaga kerja.

“Keberadaan industri hulu di daerah ada multiplier effect terhadap industri di Indonesia atau daerah operasi termasuk di industri penunjang, negara kita ada kemampuan dan kompetensi. Dan ini green pipe pertama di Indonesia, ke depan bisa lebih tinggi kualitasnya atau gradenya itu jadi kewajiban industri penunjang bahwa harus kebawa dengan industri hulu migasnya,” jelas Hudi.

SKK Migas sebagai managemen operasi KKKS memastikan bahwa industri penunjang bisa beirkan suplai yang baik di suplai hulu migas. OCTG banyak diperlukan untuk kegiatan pemboran. Selain itu, pemboran bakal meningkat jauh per tahunnya demi kejar target produksi.

“Agar dapat mencapai target 1 juta barel diatas 1.000 sumur dibor artinya banyak butuhkan OCTG kalau ditarik atau suplai dapat dari dalam negeri pasti win-win solution mumpung drilling banyak jadi kesempatan mengangkat industri dalam negeri,” tegas Hudi.

Tentang PT Rainbow Tubulars Manufacture (RTM)

RTM didirikan pada tahun 2016 dengan 100% kepemilikan modal asing, dan pada tahun 2019 PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) mengakuisisi saham RTM sebanyak 60%. Setelah listed di Bursa Efek Indonesia pada 9 Januari 2023, SUNI kembali melakukan akuisisi terhadap 39,6% saham RTM, sehingga kepemilikan RTM menjadi 100% dimiliki oleh Perusahaan Dalam Negeri dengan komposisi saham yang dimiliki sebesar 99,96% oleh SUNIdan 0,04% dimiliki oleh PT Sinarindo Prima.

RTM membuka babak baru dalam industry pipa untuk kebutuhan Migas dengan menjadi  pabrikan pipa OCTG Seamless pertama yang berproduksi di Indonesia. Produksi perdana RTM dimulai pada tahun 2017 untuk pasar Export dan pada tahun 2018 mulai memasok kebutuhan domestik. Sejak tahun 2018 sampai saat ini kontribusi RTM terus bertambah dalam memasok kebutuhan pipa khususnya Tubing untuk kebutuhan domestik, seperti terlihat dalam table berikut:

2018 2019 2020 2021 2022 2023 s.d OCT 24
8,000 7,500 5,000 10,000 14,000 15,500 17,500
Table 1 : Produk yang dikirim RTM untuk kebutuhan domestik (dalam ton)

Kemajuan ini tidak lepas dari campur tangan SKK Migas yang terus mendorong penggunaan produk dalam negeri melalui Program KapNas. SKK Migas melakukan dukungan secara komprehensif, tidak hanya mendorong KKKS untuk memakai produk dalam negeri tetapi juga melakukanpembinaan kepada RTM untuk memastikan kualitas produk pipa seamless nya dapat diterima.

Bersama Dirjen Migas dan  beberapa KKKS besar SKK Migas melakukan evaluasi dan pembinaan produsen dalam negeri. Untuk initial assement RTM berhasil mendapat score 78.

Dukungan terhadap produk dalam negeri saat ini terus digalakkan oleh pemerintah, antara lain melalui SKK Migas, adalah untuk dapat meningkatkan perekonomian nasional, lebih lagi dengan target pertumbuhan ekonomi tinggi (8%) yang digaungkan oleh pemerintah saat ini, maka penggunaan produk lokal akan dapat membantu pencapaian target tersebut. Yang terutama, penggunaan produk lokal akan dapat menciptakan lapangan kerja dan memberikan  multiplier effect bagi perekonomian pada       sektor-sektor lainnya.

Saat ini RTM sedang dalam Pembangunan Plant-2  sehingga kapasitas total dapat meningkat menjadi 60,000 – 70,000 ton per tahun.  Dengan adanya Plant-2 ini, maka RTM diharapkan dapat memenuhi kebutuhan domestik yang diperkirakan meningkat sejalan dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan lifting minyak di Indonesia, dan akan dapat memiliki kapasitas lebih untuk memenuhi kebutuhan ekspor yang sejak 2023 dihentikan  karena RTM mengutamakan untuk memenuhi kebutuhan domestik.

RTM berkomitmen untuk terus menigkatkan kualitas dan keselamatan kerja dan menjalankan operasi Perusahaan dengan mengedepankan prinsip sustainability sebagai bentuk tanggung jawab kami kepada lingkungan dan sosial. (RA)

Foto: R

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

PT Pelayaran Bahtera Adhiguna Gandeng BRIN Untuk Tingkatkan Optimalisasi Budidaya Anggur Laut

JEPARA, RESOURCESASIA.ID – Dalam rangka mendukung keberlanjutan ekonomi nelayan di sekitar PLTU TJB, PT Pelayaran …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *