Monday , 25 May 2026
Home / CSR / Lomba Memilah Sampah Desa Sayang, Usaha ITB dan Crapco Indonesia Mengatasi Sampah di Sumedang
Dr. Sri Hartati, M.Si., ketua program pengabdian masyarakat inovasi pengelolaan sampah, memberikan sambutan dalam pelatihan pengelolaan sampah di Desa Sayang, Kabupaten Sumedang (22/6)

Lomba Memilah Sampah Desa Sayang, Usaha ITB dan Crapco Indonesia Mengatasi Sampah di Sumedang

RESOURCESASIA.ID, JATINANGOR, SUMEDANG – Mengelilingi tumpukan sampah, 30 orang warga Desa Sayang bersiap untuk berlari mengambil sampah dan memisahkannya menjadi sampah organik, anorganik, dan B3.

Lomba memilah sampah adalah salah satu rangkaian pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bekerja sama dengan Crapco Indonesia. Lomba ini juga bertujuan untuk mendemonstrasikan konsep poin pemilahan sampah yang dapat ditukar dengan sembako, inovasi yang disediakan oleh Crapco Indonesia.

Program pengabdian masyarakat ini terlaksana karena kondisi sampah di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, yang menumpuk dan belum terkelola dengan baik. “Jika tidak dibakar, sampahnya dibiarkan atau dikirim ke TPA Cibereum yang kapasitasnya sudah sangat tipis,” ungkap Dr. Sri Hartati, Msi., ketua pengabdian masyarakat dan dosen SBM ITB, menjelaskan alasan di balik pelaksanaan program.

Permasalahan ini diamini warga. “Sekarang banyak kos-kosan dan warung makan, dan kadang bingung sampahnya mau dibuang kemana,” keluh Euis Daliawati, Kader Posyandu RW 13 Desa Sayang.

Pengabdian masyarakat diawali dengan pelatihan memilah sampah untuk Kader PKK dan Kader Posyandu Desa Sayang. Pelatihan ini diadakan di Kantor Desa Sayang dan dihadiri oleh Camat Jatinangor, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Sumedang, Pembina Crapco Indonesia, dan tim dosen SBM ITB. Di acara ini, peserta diberikan materi tentang peran komunitas dalam pengelolaan sampah, ekonomi sampah, dan pengenalan inovasi Crapco Indonesia.

Peserta pelatihan Desa Sayang, beserta tim pelaksana dan tamu undangan berfoto bersama saat pembukaan pelatihan di Aula Desa Sayang (22/6)

Tiap jenis sampah dapat menjadi produk yang bermanfaat. Sampah organik dapat diolah menjadi pakan maggot, sementara sampah anorganik didaur ulang menjadi produk jadi seperti kerajinan atau batu bata. “Crapco Indonesia juga menawarkan nilai ekonomi berupa kesempatan belanja barang sehari-hari dengan harga lebih murah dalam aplikasi Crapco bagi warga yang memilah sampahnya,” jelas Muhammad Hafizh, Founder Crapco Indonesia.

Selama bulan Juni-Oktober 2024, tim dosen SBM ITB akan terus mendampingi dan mengevaluasi para Kader PKK dan Kader Posyandu Desa Sayang dalam mengelola sampah rumah tangga. Target program adalah membentuk komunitas yang dapat mengelola sampah rumah tangga secara mandiri. (RA)

Foto: Dok ist

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

API-IMA Tegaskan Pentingnya Kejelasan dalam Proses Transisi Tata Kelola Ekspor

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Asosiasi Pertambangan Indonesia (API-IMA) menyoroti perlunya panduan lebih jelas dalam proses transisi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *