RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Chalid Said Salim sebagai direktur utama Pertamina Hulu Energi (PHE) menggantikan Wiko Wigrantoro.
PHE akhirnya memiliki Direktur Utama definitif setelah Wiko Migantoro ditunjuk jadi Wakil Direktur Utama Pertamina. Chalid Said Salim yang akhirnya ditetapkan jadi Direktur Utama PHE menggantikan Wiko, tulis keterangan pers diperoleh Resourcesasia.id, Jumat (16/02/2024).
Chalid sendiri sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan (PHR), Regional I Subholding Upstream Pertamina. Chalid boleh jadi merupakan salah satu sosok paling senior dalam lini bisnis hulu migas Pertamina saat ini.
BACA JUGA:
Dukung Ketahanan Energi, PHE Catatkan Kinerja Optimal di 2023
Berdasarkan informasi yang diterima Resourcesasia, Chalid Said bukanlah muka baru di jajaran Pertamina. Usai meraih gelar Sarjana Teknik Pertambangan dari Universitas Sriwijaya pada 1990 langsung bergabung dengan Pertamina.
Sebelum menjadi Direktur Utama PHR, Chalid terlebih dulu memimpin Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang mengelola berbagai blok migas di wilayah Indonesia bagian timur. Chalid cukup lama berkarir di PT Pertamina EP yakni dari tahun 2017 hingga tahun 2020.
Selain ada penetapan Chalid sebagai Direktur Utama PHE. Hari ini Pertamina juga melakukan perombakan di kursi direksi lain. Wisnu Bahriansyah juga ditunjuk jadi Direktur Human Capital dan Corporate Service menggantikan Oto Gurnita.
Wisnu sebelumnya adalah Direktur Properti Patra Jasa. Lalu ada Danif Danusaputro ditunjukn untuk menggantikan Harry Mozarta Zen sebagai Direktur Keuangan. Dannif sendiri sebelumnya adalah Direktur Utama Pertamina New and Renewable Energy (PNRE). Posisi Dannif digantikan oleh John Anis yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia (PHI).
PHE mencatatkan kinerja cemerlang sepanjang tahun 2023. PHE mencatatkan produksi minyak pada tahun lalu sebesar 566 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas 2.766 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) sehingga produksi migas sebesar 1.044 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD).
Angka capaian ini mencatatkan peningkatan produksi minyak sebesar 27,22% dari tahun 2021 atau 10,12% dari tahun 2022 dan peningkatan produksi gas 5,77% dari tahun 2021 atau 5,40% dari tahun 2022. (Rama Julian)
Foto: Dok Resourcesasia.id
Resources Asia Energi News Makers