Wednesday , 2 September 2026
Home / NASIONAL / Kinerja Operasional Pulih dan Program Efisiensi terus Berjalan, PTBA Bukukan Laba Bersih Rp2,65 Triliun di Semester I 2026

Kinerja Operasional Pulih dan Program Efisiensi terus Berjalan, PTBA Bukukan Laba Bersih Rp2,65 Triliun di Semester I 2026

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mengumumkan kinerja keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan pertama yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 (1H26) ke BEI/OJK.

Direktur Utama PTBA, Bapak Bambang Ismawan mengatakan “Memasuki periode dengan kondisi operasional yang lebih kondusif, Perseroan berhasil mendorong pemulihan kinerja produksi sekaligus memperkuat kinerja penjualan ekspor, baik secara kuartalan maupun tahunan. Di tengah momentum penguatan harga batubara global, Perseroan mampu mengoptimalkan peluang pasar melalui strategi penjualan yang adaptif, yang didukung oleh pelaksanaan program efisiensi secara cermat dan tepat sasaran. Capaian tersebut mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menangkap momentum pasar secara optimal, dengan tetap menjaga disiplin operasional dan efisiensi biaya sebagai fondasi pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan.”

Ikhtisar

  • PTBA membukukan laba bersih sebesar Rp2,65 Triliun dan EBITDA sebesar Rp4,27 Triliun, dengan net profit margin dan EBITDA margin berturut-turut di angka 12% dan 19%.
  • PTBA mencatatkan pemulihan kinerja operasional pada kuartal II-2026, yang ditandai oleh peningkatan kinerja secara QoQ, baik dari sisi produksi (naik 94%) maupun penjualan (naik 8%). Selain itu, harga jual rata-rata (ASP) juga naik 14% secara QoQ dan 10% secara YoY.
  • Terkait dengan ketercapaian capital expenditure, sampai dengan Semester I-2026 sudah terealisasi sebesar 30% dari target tahunan atau sebesar Rp1,09 Triliun.

GUIDANCE FY26 PT BUKIT ASAM (PERSERO) TBK

  • Volume Produksi : 49,55 Juta Ton.
  • Volume Penjualan : 49,51 Juta Ton.
  • Volume Angkutan : 41,00 Juta Ton.
  • Stripping Ratio : 5,63x
  • Capital Expenditure : Rp3,64 Triliun.
ANALISIS KINERJA KEUANGAN UNTUK 1H2026
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN

Pendapatan Usaha, Harga Jual Rata-rata PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp22,03 triliun sampai dengan akhir Juni 2026, atau naik sebesar 8% secara YoY. Meskipun volume penjualan turun 2% YoY, namun Newcastle Index naik 25% YoY dan ICI-3 naik 15% YoY, yang turut mendorong penguatan harga jual rata-rata yang tercatat naik 10% YoY. Adapun untuk porsi penjualan sampai dengan akhir Juni 2026 ini, penjualan domestik tercatat sebesar 51%, sedangkan sisanya 49% merupakan ekspor. Pada akhir periode ini, lima negara tujuan ekspor terbesar ditempati oleh Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand.


Beban Pokok Pendapatan dan Beban Operasional Beban pokok pendapatan terealisasi sebesar Rp17,78 Triliun, atau turun sebesar 2% secara YoY. Penurunan ini seiring dengan penurunan volume operasional, baik produksi batu bara yang turun 10% YoY maupun angkutan yang juga turun 6% YoY. Selain itu, dari sisi stripping ratio juga tercatat lebih rendah di angka 5,26x dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya di angka 6,17x.

Adapun konflik di Selat Hormuz yang terjadi pada akhir Februari 2026 berdampak pada peningkatan harga BBM/liter menjadi Rp19.503,- per liter s.d. 30 Juni 2026, atau naik sebesar +34% YoY. Hal tersebut tentunya berdampak pada peningkatan biaya bahan bakar yang digunakan oleh Perusahaan, baik kebutuhan jasa penambangan maupun angkutan kereta api. Namun di tengah tantangan tersebut, biaya operasional perseroan tetap terjaga dengan program efisiensi yang tepat sasaran dan disiplin operasional secara berkelanjutan.

Di samping itu, secara YoY, beban operasional naik sebesar Rp184,84 miliar atau 13% dari periode yang sama sebelumnya. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh adanya kenaikan di komponen beban umum dan administrasi.

Penghasilan Keuangan, Biaya Keuangan, dan Bagian atas Laba Neto Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama Perusahaan membukukan penghasilan keuangan sebesar Rp108,58 miliar, atau naik 6% YoY, terutama disebabkan oleh kenaikan laba dari nilai tukar mata uang asing. Biaya keuangan tercatat Rp98,99 miliar atau turun 25% YoY seiring dengan penurunan beban bunga dari pinjaman bank. Sedangkan bagian atas laba neto entitas asosiasi dan ventura bersama tercatat Rp438,30 miliar, naik signifikan dari realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp209,86 miliar.

Perusahaan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,65 Triliun.

LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

Total Aset Total aset pada 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp48,10 triliun atau naik 10% dibandingkan akhir tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp43,92 triliun. Hal tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan kas dan setara kas serta piutang usaha Perusahaan seiring dengan peningkatan pendapatan Perusahaan.

Total Liabilitas dan Ekuitas Total liabilitas pada 30 Juni 2026 tercatat naik 7% dari posisi pada akhir Desember 2025 sebesar Rp21,30 triliun, menjadi Rp22,76 triliun. Sedangkan ekuitas tercatat naik 12% dari posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp22,62 triliun menjadi Rp25,34 triliun pada 30 Juni 2026.

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN

Arus Kas dari Aktivitas Operasi Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat naik dari sebelumnya Rp2,22 triliun menjadi Rp4,63 triliun atau naik 108% YoY. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan penerimaan dari pelanggan.

Arus Kas dari Aktivitas Investasi Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat turun dari periode sebelumnya Rp1,34 triliun menjadi Rp1,26 triliun sampai dengan 30 Juni 2026. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan perolehan aset tetap dan tanaman produktif.

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat naik dari periode sebelumnya Rp1,00 triliun menjadi Rp1,06 triliun sampai dengan 30 Juni 2026. Kenaikan ini seiring dengan adanya peningkatan atas pembayaran pinjaman bank.

Belanja Modal Belanja modal sampai dengan 30 Juni 2026 terealisasi sebesar Rp1,09 triliun dengan mayoritas digunakan untuk Pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung EnimKramasan.

Sebagai penutup, Corporate Secretary Division Head,Eko Prayitno menyapaikan “Pemulihan kinerja operasional serta peningkatan penjualan ekspor menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menjaga momentum pertumbuhan dan merespons dinamika pasar secara adaptif. Ke depan, PTBA akan terus mengoptimalkan kinerja operasional dan peluang pasar, dengan tetap menjalankan program efisiensi secara cermat dan tepat sasaran. Dengan disiplin operasional dan pengelolaan bisnis yang prudent, Perseroan optimistis dapat menjaga kinerja yang sehat dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.” (RA)

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Kapabilitas Teruji Buka Ruang Pertumbuhan Baru, Elnusa Perluas Pasar Non-Captive dan Lintas Industri

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi yang tergabung dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *