JAKARTA, RESOURCESASIA.ID — Institut Teknologi PLN (ITPLN) meresmikan ITPLN Energy Transition Expert Network Center (ITENC), sebuah pusat jejaring pakar dan kolaborasi bisnis berbasis transisi energi yang berlokasi strategis. Tepatnya di gedung Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PLN (YPK PLN) di kawasan, Lebak Bulus Jakarta Selatan, tak jauh dari stasiun MRT Fatmawati.
Peresmian ITENC menjadi langkah baru ITPLN dalam memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan riset sektor energi nasional. Rektor ITPLN, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa Mulyana K., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., mengatakan kehadiran ITENC dirancang bukan sekadar menjadi ruang kerja bersama, melainkan wadah yang menghubungkan riset, kajian, dan kebutuhan industri agar mampu menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.
“Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan riset akademik, tetapi juga harus mampu memberikan solusi terhadap persoalan yang ada di masyarakat,” ujar Iwa saat peresmian ITENC, Rabu, 17 Juni 2026.

Menurutnya, selama ini terdapat jarak antara hasil riset dan implementasi di lapangan. Kehadiran ITENC diharapkan bisa menjembatani kesenjangan tersebut melalui pendekatan yang lebih aplikatif.
Iwa membedakan antara riset dan kajian. Riset, kata dia, menekankan metodologi ilmiah dan pengembangan teknologi masa depan, sedangkan kajian lebih berfokus pada penyelesaian persoalan yang dihadapi saat ini.
“Yang terpenting adalah bagaimana hasil pemikiran itu memiliki wadah dan dapat dieksekusi melalui kolaborasi,” katanya.
Ia menjelaskan, ITENC akan menjadi rumah bagi berbagai pusat studi dan kelompok riset di lingkungan ITPLN. Nantinya, hasil penelitian para akademisi akan dikoneksikan dengan proyek-proyek industri melalui Lembaga Terapan (Lemtera) maupun Training and Consulting Center (TCC) ITPLN.

Ketua Umum Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PLN (YPK PLN), Supriyadi, mengungkapkan lokasi ITENC dipilih karena memiliki akses transportasi yang mudah dan lingkungan kerja yang mendukung produktivitas.
Gedung yang kini ditempati ITENC sebelumnya digunakan oleh PT PLN Energy Management Indonesia (EMI). Setelah kosong, YPK PLN memutuskan memanfaatkannya untuk mendukung pengembangan ITPLN.
“ITPLN memberikan nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar menyewakan ruangan kepada pihak lain,” kata Supriyadi.
Ia menyebut lokasi tersebut hanya sekitar 500 meter dari stasiun MRT Fatmawati sehingga memudahkan mobilitas para ahli, peneliti, dan mitra industri.
Selain itu, kawasan tersebut dinilai cukup sejuk dan tenang untuk aktivitas riset dan konsultasi. YPK PLN juga berencana melakukan renovasi bertahap terhadap fasilitas gedung dan area terbuka agar semakin nyaman bagi para pengguna.
“Kami ingin para ahli bisa mengeluarkan seluruh potensinya tanpa terbebani persoalan fasilitas,” ujarnya.
Rumah Baru Para Pakar Transisi Energi
Wakil Rektor IV ITPLN, Ahsin Sidqi, menjelaskan ITENC mengusung konsep “Creating Speed, Strong, Agile Expertise Networking and Back Office”. Konsep ini menekankan pentingnya membangun jejaring ahli yang cepat, kuat, dan lincah, didukung sistem administrasi profesional.
Menurut Ahsin, ITENC merupakan kolaborasi antara Lentera ITPLN dan TCC ITPLN yang akan menjadi pusat pengerjaan proyek, konsultasi, serta mengaplikasikan hasil riset. Terlebih, ungkapnya, ITPLN memiliki 11 pusat riset yang perlu dikonsolidasikan lebih lanjut.

Ia menambahkan, ITENC ini juga akan beroperasi sebagai co-working space yang dapat dimanfaatkan hingga 24 jam untuk mendukung pengerjaan proyek bersama mitra industri maupun institusi internasional.
Melalui ITENC, ITPLN membuka tujuh peluang kerja sama strategis yang dapat dikembangkan bersama industri dan berbagai lembaga, yaitu:
1. Lentera ITPLN: jasa konsultasi, supervisi, studi enjiniring, desain teknis, audit, serta riset terapan.
2. Training and Consulting Center (TCC): pelatihan SDM, sertifikasi kompetensi, dan konsultasi teknis maupun manajerial.
3. Pusat Pengembangan Karir: magang, rekrutmen, talent pool, dan penempatan lulusan.
4. Pusat Pemasaran dan Administrasi: pengelolaan beasiswa, kelas kerja sama, hingga program ikatan dinas.
5. Lembaga Penelitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM): penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
6. Pusat Kerja Sama Akademik: program MBKM, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta pengembangan kurikulum bersama.
7. Manajemen Aset: pemanfaatan laboratorium, fasilitas kampus, dan sarana pendukung lainnya.
Dengan ekosistem tersebut, ITPLN berharap ITENC menjadi simpul baru kolaborasi energi transisi nasional sekaligus memperkuat daya saing perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung pada industri dan masyarakat. Setiap program inovasi ITPLN bisa diakses melalui laman www.itpln.ac.id.
Ke depan, ITENC tidak hanya diproyeksikan sebagai pusat riset, tetapi juga sebagai mesin pertumbuhan baru yang menghubungkan akademisi, industri, dan pemerintah dalam mempercepat transisi energi nasional. (Rama Julian Saputra)
Foto: Dok ITPLN
Resources Asia Energi News Makers