Didorong oleh efisiensi operasional, Perseroan membukukan kinerja keuangan yang solid di tengah dinamika pasar, dengan pendapatan dan adjusted EBITDA masing-masing meningkat sebesar 7,9% dan 22,4% secara tahunan, serta ekspansi margin sebesar 356 basis poin.
JAKARTA, RESOURCESASIA.ID — PT Samator Indo Gas Tbk (“Samator” atau “Perseroan”; IDX: AGII) membuka tahun 2026 dengan kinerja impresif, mencatat lonjakan laba bersih hingga 4,5 kali lipat secara tahunan pada kuartal pertama.
Pendapatan Perseroan tumbuh 7,9% year-on-year menjadi Rp762,1 miliar, sementara adjusted EBITDA meningkat 22,4% menjadi Rp228,8 miliar. Seiring itu, margin adjusted EBITDA berhasil menembus level 30,0% naik signifikan 356 basis poin, mencerminkan kuatnya operating leverage dan disiplin biaya di seluruh lini bisnis.
Profitabilitas menunjukkan akselerasi yang lebih tinggi, dengan EBIT melonjak 38,9% menjadi Rp120,6 miliar dan EBIT margin meningkat menjadi 15,8%. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp35,2 miliar, jauh meningkat dibandingkan Rp7,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu, didorong kinerja operasional yang kuat serta normalisasi pos non-operasional. Hasil ini dicapai di tengah dinamika lingkungan operasional di Indonesia, yang mencerminkan ketahanan model bisnis Perseroan serta kekuatan hubungan komersial di seluruh segmen industri dan layanan kesehatan
Profitabilitas Melonjak, Efisiensi Jadi Kunci
Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer Samator Indo Gas, Rachmat Harsono mengatakan lonjakan kinerja ini didorong oleh permintaan yang solid di segmen gas industri dan medis, serta kontribusi merata dari seluruh wilayah operasional. Di sisi lain, beban pokok penjualan hanya naik 4,3% — lebih rendah dari pertumbuhan pendapatan berkat peningkatan efisiensi energi dan optimalisasi utilisasi pabrik. Hasilnya, laba kotor (tidak termasuk depresiasi dan amortisasi) tumbuh 10,9% secara tahunan menjadi Rp430,6 miliar, dengan margin laba kotor meningkat menjadi 56,5% dari 55,0% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan juga menunjukkan kontrol biaya yang ketat. Beban distribusi tumbuh di bawah laju pendapatan, sementara beban penjualan, umum, dan administrasi justru menurun 1,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kombinasi pertumbuhan pendapatan, ekspansi margin kotor, serta disiplin biaya operasional mendorong peningkatan signifikan pada margin profitabilitas.

Manajemen: Momentum Kinerja Semakin Kuat
Presiden Direktur & Chief Executive Officer Samator Indo Gas, Rachmat Harsono, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari strategi operasional yang telah dibangun secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan terjadi secara merata di berbagai wilayah dan segmen, sekaligus mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan profitabilitas dan arus kas.
“Pencapaian kuartal pertama ini menunjukkan kekuatan model operasional kami. Leverage operasional mulai mengonversi pertumbuhan pendapatan menjadi peningkatan profitabilitas yang signifikan. Kami melihat momentum ini sebagai fondasi yang kuat untuk melanjutkan kinerja positif ke depan,” ujarnya.
Optimistis Hadapi 2026
Dengan momentum awal tahun yang solid, Samator Indo Gas optimistis melanjutkan kinerja positif sepanjang 2026. Perseroan akan tetap berfokus pada efisiensi, penguatan operasional, serta investasi selektif untuk menangkap peluang pertumbuhan di sektor industri dan kesehatan.
Ikhtiar Kinerja Keuangan Kuartal I 2026
● Penjualan Bersih: Rp762,1 miliar, meningkat 7,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) (Kuartal I 2025: Rp706,3 miliar)
● EBITDA (Reported): Rp230,9 miliar, meningkat 16,6% YoY (Kuartal I 2025: Rp198,0 miliar); margin 30,3%
● Adjusted EBITDA: Rp228,8 miliar, meningkat 22,4% YoY (Kuartal I 2025: Rp186,9 miliar); margin 30,0%, meningkat 356 basis poin
● EBIT: Rp120,6 miliar, meningkat 38,9% YoY (Kuartal I 2025: Rp86,8 miliar); margin 15,8%, meningkat 353 basis poin
● Laba Bersih yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk: Rp35,2 miliar, meningkat 4,5 kali lipat dibandingkan Rp7,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. (Rama Julian Saputra)
Foto: Dok Samator
Resources Asia Energi News Makers