Friday , 24 April 2026
Home / ENERGI HIJAU / ENTREV Apresiasi Komitmen Pemerintah Percepat Pengembangan Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi dari Hulu hingga Hilir

ENTREV Apresiasi Komitmen Pemerintah Percepat Pengembangan Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi dari Hulu hingga Hilir

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Pengembangan industri baterai kendaraan listrik di Indonesia terus bergerak menuju ekosistem yang semakin terintegrasi, mulai dari pengolahan bahan baku mineral, produksi komponen baterai, hingga pengelolaan limbah baterai melalui proses daur ulang yang berkelanjutan. Dalam ekosistem tersebut, ENTREV, program kolaborasi Pemerintah Indonesia dan United Nations Development Programme (UNDP) turut berperan mendukung kesiapan Indonesia dalam menghadapi transisi kendaraan listrik, khususnya melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia dan pengembangan standar kompetensi di sektor ketenagalistrikan yang menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan industri kendaraan listrik nasional.

Upaya tersebut juga sejalan dengan kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Standar Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subbidang Pengoperasian Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM bersama ENTREV pada 3–5 Maret 2026 di Kantor UP3 PT PLN (Persero), Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk memastikan kesiapan tenaga teknis dalam mendukung berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, termasuk infrastruktur pengisian daya serta sistem kelistrikan yang menopang industri tersebut.

Sejalan dalam upaya yang sama dalam rangka penguatan ekosistem kendaraan listrik, pengembangan industri baterai kendaraan listrik saat ini menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam mendorong hilirisasi sumber daya mineral, khususnya nikel, yang dimiliki Indonesia dalam jumlah besar. Kolaborasi antara Grup MIND ID, PT Industri Baterai Indonesia (IBI), dan konsorsium Huayou (HYD) diharapkan mampu mempercepat terbentuknya rantai pasok baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen membangun rantai industri baterai kendaraan listrik secara menyeluruh mulai dari sektor hulu hingga hilir. Hal ini mencakup proses pertambangan nikel, pengolahan melalui smelter, fasilitas high pressure acid leaching (HPAL), produksi prekursor dan katoda, hingga manufaktur sel baterai.

“Kita ingin proyek ini memberikan nilai tambah maksimal bagi bangsa. Hilirisasi harus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat industri strategis di dalam negeri,” ujar Bahlil.

Ia menambahkan, pengembangan industri baterai kendaraan listrik tidak hanya memberikan nilai tambah bagi komoditas mineral, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang luas bagi daerah, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan energi nasional dalam menghadapi transisi menuju energi bersih.

Sejalan dengan langkah tersebut, Nasrullah Salim, ENTREV National Project Manager, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan ekosistem kendaraan listrik membutuhkan dukungan ekosistem yang utuh, mulai dari kebijakan, investasi industri, hingga kesiapan sumber daya manusia yang kompeten.

“Pengembangan industri baterai kendaraan listrik akan memberikan dampak besar bagi transformasi energi nasional. Namun keberhasilan ekosistem ini juga sangat bergantung pada kesiapan tenaga kerja yang memiliki kompetensi teknis di sektor ketenagalistrikan dan infrastruktur kendaraan listrik,” ujar Nasrullah Salim.

Beliau menambahkan, melalui berbagai kegiatan penguatan kapasitas seperti pelatihan dan sertifikasi teknisi kelistrikan yang dilaksanakan bersama Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, ENTREV berupaya mendukung terciptanya tenaga kerja terampil yang siap menghadapi perkembangan teknologi kendaraan listrik.

“Kami percaya bahwa penguatan kompetensi SDM menjadi salah satu kunci utama agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi juga mampu menjadi pusat industri dan inovasi kendaraan listrik di kawasan,” tutup Nasrullah Salim.

Dengan demikian, ENTREV menyampaikan apresiasi atas langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pengembangan industri baterai kendaraan listrik terintegrasi dari hulu hingga hilir dan menilai kebijakan hilirisasi mineral serta kolaborasi industri yang melibatkan MIND ID, PT Industri Baterai Indonesia, dan konsorsium Huayou menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global kendaraan listrik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. (Rama Julian Saputra)

Foto: Dok Entrev

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

SKK Migas Luncurkan Program RE:ACTION untuk Dorong Budaya Kerja Berkelanjutan

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *