Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penuh kemajuan riset dan inovasi pada industri dan Proyek Strategis Nasional (PSN). Acara BRIN Goes to Industry diproyeksikan sebagai upaya membangun ekosistem riset dan inovasi berbasis market-driven untuk industri dan percepatan pemanfaatan dalam kerangka technology-driven melalui hilirisasi. Kegiatan tersebut diisi dengan dua agenda utama yaitu, Dialog Inovasi Industri Strategis dan Temu Bisnis Radioisotop dan Radiofarmaka. Acara tersebut diselenggarakan di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung BJ Habibie, Jakarta, Kamis (5/2).
JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian menjelaskan bahwa BRIN sebagai lembaga riset pemerintah berkomitmen menjadi penghela utama dalam penguatan ekosistem riset dan inovasi yang berdaya saing dan berkualitas. “Acara ini sebagai upaya untuk membawa riset dan inovasi kepada industri, dan juga ruang dialog untuk memetakan kebutuhan riset dan inovasi khususnya pada industri strategis nasional,” ungkapnya.
Menurut Hendrian, Dialog Inovasi Industri Strategis dilaksanakan untuk membangun ekosistem riset dan inovasi berbasis market-driven. Dialog tersebut menekankan pada tantangan utama pasar yang dihadapi industri startegis, potensi dukungan riset yang dibutuhkan, serta kemitraan industri dengan BRIN. Acara ini juga dihadiri oleh stakeholder terkait.
Dialog tersebut menghadirkan tiga narasumber. Pertama, Direktur Teknologi dan Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) dengan topik “Kebutuhan Riset dan Inovasi pada Ekosistem Industri Mineral Strategis”. Kedua, Ketua Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia, dengan topik “Kebutuhan Riset dan Inovasi pada Ekosistem Industri Proses Antara Lain Batubara dan Kelapa Sawit”. Ketiga, General Manager Riset dan Pengembangan PT Industri Kereta Api (Persero) dengan topik “Kebutuhan Riset dan Inovasi pada Pengembangan Ekosistem Industri Manufaktur”.
“BRIN ingin menyerap potensi pasar pada riset dan aspirasi narasumber industri strategis ke dalam program riset dan inovasi untuk hilirisasi dan komersialisasi oleh para periset di Organisasi Riset, Pusat Riset, dan Kelompok Riset yang ada di BRIN,” sebutnya.
Selanjutnya, Hendrian menerangkan bahwa dalam acara tersebut juga diadakan Temu Bisnis Radioisotop dan Radiofarmaka. Kegiatan ini diinisiasi untuk mempercepat pemanfaatan dalam kerangka technology-driven, di mana periset kunci BRIN menyampaikan dan menawarkan hasil riset dan produk inovasi di bidang radioisotop dan radiofarmaka, seperti Kit Radiofarmaka, Senyawa Bertanda, dan Radioisotop Medik.
“Setelah itu, kami juga akan petakan kebutuhan berbasis pada peminatan, dan BRIN akan mendampingi mitra industri pada business matching maupun pendetilan one-on-one meeting bersama periset terkait,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, kata Hendrian, dilakukan juga penandatangan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama antara BRIN dan sejumlah mitra industri, perguruan tinggi, dan kementerian/lembaga terkait, sebagai upaya komitmen bersama dalam mempercepat hilirisasi riset dan inovasi. “BRIN Goes to Industry ini menjadi langkah awal di tahun 2026 untuk memperkuat kolaborasi pemanfaatan riset dan inovasi, terutama pada industri strategis, namun tidak terbatas juga kepada Kementerian/Lembaga dan UMKM/ Masyarakat,” pungkasnya. (Rama Julian)
Resources Asia Energi News Makers