Saturday , 18 April 2026
Home / ENERGI HIJAU / Pertamina Pimpin Transisi Energi, Kembangkan Green Hydrogen di Indonesia
Keterangan Foto : Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, dan Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy (PGE) Tbk, Julfi Hadi pada acara The 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition 2025 di Jakarta International Convention Center, Jakarta, Rabu, (17/09/2025). Pertamina aktif dalam mengembangkan energi baru terbarukan, untuk mencapai ketahanan dan swasembada energi.Foto/Dok/Pertamina

Pertamina Pimpin Transisi Energi, Kembangkan Green Hydrogen di Indonesia

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), aktif dalam inovasi energi baru terbarukan energi panas bumi (geothermal). Salah satu tonggaknya adalah dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) Pilot Plant Green Hydrogen Ulubelu di Lampung, fasilitas pertama di dunia yang mengintegrasikan teknologi Anion Exchange Membrane (AEM) Electrolyzer dengan energi panas bumi sebagai sumber listrik bersih untuk memproduksi hidrogen hijau.

“Proyek ini menjadi bagian penting dari upaya PGE membangun ekosistem green hydrogen secara end-to-end, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemanfaatannya untuk mendukung transisi menuju industri rendah karbon,” ungkap Direktur Utama PGE Tbk, Julfi Hadi pada paparannya kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di area pameran PGE, pada acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2025 di Jakarta, Rabu (17/9).

Julfi menambahkan bahwa proyek hidrogen hijau tersebut bisa direplikasikan di berbagai Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) PGEO lain di masa mendatang.

“Untuk itu, kami meminta dukungan penuh terhadap seluruh stakeholder, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM,” terang Julfi.

Direktur Utama PGE Tbk, Julfi Hadi

Julfi mengatakan bahwa proyek ini sebagai salah satu dari tonggak transformasi bisnis PGE. “Hadirnya Green Hydrogen Plant membuat PGE memiliki rantai bisnis hijau yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” jelasnya.

Fasilitas Green Hydrogen Plant tidak hanya sebagai pusat inovasi, tetapi juga model yang bisa direplikasi di wilayah kerja panas bumi lainnya, sekaligus membuka peluang percepatan off-grid solution untuk transportasi dan industri rendah karbon.

“Ke depan, peta jalan pengembangan PGE juga mencakup hilirisasi green ammonia dan green methanol sebagai solusi energi masa depan,” ungkapnya.

Komitmen PGEO dalam mengembangkan proyek Green Hydrogen juga tertuang dalam penandatanganan kerja sama komitmen kolaborasi studi pengembangan ekosistem green hydrogen di Indonesia antara PT PGE Tbk dan PT Toyota manufacturing Indonesia, serta penandatanganan joint study agreement antara PGE Tbk dan Pertamina Energy Terminal, pada acara IIGCE tersebut.

Keterangan Foto : Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, dan Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy (PGE) Tbk, Julfi Hadi pada acara The 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition 2025 di Jakarta International Convention Center, Jakarta, Rabu, (17/09/2025). Pertamina aktif dalam mengembangkan energi baru terbarukan, untuk mencapai ketahanan dan swasembada energi.Foto/Dok/Pertamina

Pilot Project Green Hydrogen Ulubelu merupakan inisiatif pengembangan energi bersih yang memanfaatkan kombinasi panas bumi sebagai sumber energi terbarukan dan teknologi elektrolisis modern yang lebih hemat energi. Fasilitas ini dirancang untuk memproduksi green hydrogen hingga sekitar 100 kilogram per hari dengan tingkat efisiensi tinggi, berkisar 82–88 persen.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menambahkan, Pertamina mendorong inovasi energi transisi untuk ketahanan energi, guna mempercepat target swasembada energi nasional.

“Geothermal merupakan salah satu sumber energi yang berpotensi untuk terus dikembangkan di Indonesia, sejalan dengan cadangannya yang masih besar. Kami terus mencari peluang baru, serta aktif dalam mengembangkan ekosistem energi bersih ini,” tambahnya.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target net zero emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina. (Rama Julian)

Foto: Pertamina

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Rusia Minat Investasi Kilang dan Storage Minyak, Siap Perkuat Ketahanan Energi RI

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Pemerintah Indonesia terus mempercepat diversifikasi pasokan energi sekaligus mendorong pembangunan infrastruktur strategis …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *