Tuesday , 26 May 2026
Home / NASIONAL / Dukung Tambang Keberlanjutan, Harita Nickel Konsisten Pada Efisiensi Operasi

Dukung Tambang Keberlanjutan, Harita Nickel Konsisten Pada Efisiensi Operasi

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel, perusahaan pertambangan dan pengolahan bijih nikel terintegrasi dan berkelanjutan, mencatat kinerja operasional yang solid sekaligus memperkuat komitmennya terhadap prinsip ESG melalui serangkaian audit dan penilaian berbasis standar internasional pada semester I 2025.

Saat ini, Harita Nickel tengah menjalani proses audit independen untuk mengevaluasi kinerja operasional berdasarkan standar The Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA) yang dikenal sebagai standar paling komprehensif dan ketat dalam industri pertambangan global.

Audit tersebut telah dimulai pada Oktober tahun 2024, dan memasuki tahap kedua yakni audit lapangan pada bulan April 2025. Diharapkan proses audit dapat diselesaikan di semester 2 tahun 2025.

“Audit IRMA merupakan bagian dari upaya kami untuk menghadirkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses operasional. Dengan mengikuti standar tertinggi dalam industri pertambangan global, kami ingin memastikan bahwa praktik kami tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan,” ujar Lukito Gozali, Head of Investor Relations Harita Nickel.

Selain itu, Harita Nickel juga menjalani proses penilaian kesesuaian atas praktik pengadaan bertanggung jawab melalui Responsible Minerals Assurance Process (RMAP) dari Responsible Minerals Initiative (RMI). Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong praktik pengadaan mineral yang bertanggung jawab dalam rantai pasokan, terutama untuk menghindari penggunaan mineral dari daerah konflik dan area berisiko tinggi.

“Dengan mengikuti proses sertifikasi ini, kami memastikan bahwa seluruh rantai pasok kami memenuhi standar internasional yang mendukung pengadaan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” tambah Lukito.

Sejak 2024, fasilitas refinery Harita Nickel, PT Halmahera Persada Lygend (PT HPL) telah mengantongi sertifikasi RMI, sedangkan PT Obi Nickel Cobalt (PT ONC) diperkirakan menyusul pada tahun 2025, disusul dengan fasilitas smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) pada tahun 2026.

Pengakuan atas pencapaian ESG juga ditunjukkan dengan masuknya Harita Nickel ke dalam FTSE4Good Index Series sejak Juli 2025 untuk dua kategori sekaligus: Emerging Markets Index dan ASEAN 5 Index.

FTSE4Good adalah indeks yang disusun oleh FTSE Russell untuk mengidentifikasi perusahaan dengan kinerja ESG yang unggul dan diakui secara internasional.

Melalui langkah-langkah konkret ini, Harita Nickel menegaskan posisinya sebagai perusahaan yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan jangka panjang.

Kinerja Operasional

Harita Nickel, yang saat ini tengah menyelesaikan sejumlah proyek konstruksi sekaligus melanjutkan upaya efisiensi perusahaan, telah mengumumkan kinerja keuangan semester I 2025 yang menunjukkan hasil positif baik dari sisi finansial maupun operasional.

Pada paruh pertama tahun 2025, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp 14,10 triliun. Capaian ini didorong oleh peningkatan output produksi dan volume penjualan di seluruh lini penambangan dan pengolahan, termasuk tambahan kapasitas dari sebagian proyek konstruksi yang telah selesai dan mulai beroperasi, meskipun diimbangi oleh penurunan harga komoditas nikel.

Kapasitas produksi terus berkembang seiring bertambahnya kapasitas smelter RKEF. Aktivitas penambangan juga mencatat kenaikan penjualan bijih nikel secara kuartalan, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pasokan bagi smelter dan fasilitas pemurnian di anak usaha Harita Nickel. Volume penjualan bijih nikel mencapai 12,36 juta wmt, didorong oleh permintaan internal dari unit-unit pengolahan yang mengandalkan pasokan langsung dari tambang.

Pada segmen hilir, operasi RKEF mencatat jumlah penjualan FeNi sebesar 84.817 ton kandungan nikel yang ditopang oleh penambahan empat line RKEF yang mulai beroperasi sejak awal tahun. Operasi HPAL juga mencatat penjualan MHP dan NiSO4 sebesar 65.310 ton.

Lukito Gozali, Head of Investor Relations Harita Nickel, menyatakan, “Sebagai perusahaan nikel yang terintegrasi, kami terus mengedepankan efisiensi operasional untuk memperkuat fundamental bisnis dan menjaga kinerja finansial yang berkelanjutan. Struktur usaha yang terintegrasi memungkinkan kami mengendalikan biaya secara lebih efektif, meningkatkan produktivitas, serta mengoptimalkan rantai pasok. Dengan pendekatan ini, kami tidak hanya menciptakan nilai tambah dari sisi operasional, tetapi juga memastikan ketahanan dan daya saing perusahaan di tengah dinamika pasar global.”

Komitmen Keberlanjutan

Semangat penyelarasan industri nasional dengan standar global, seperti yang dilakukan oleh Harita Nickel, tidak hanya memastikan manfaat jangka panjang untuk masyarakat dan lingkungan, namun juga menunjukkan industri nikel nasional semakin diakui dan selaras dengan standar kepatuhan tertinggi di kancah global. Ini menjadi penting mengingat krusialnya peran nikel dalam mendukung transisi energi dan tingginya tuntutan terhadap nikel yang ditambang secara bertanggung jawab. 

Director of Health, Safety and Environment Harita Nickel, Tonny Gultom menyampaikan, “Transparansi ini menunjukkan bahwa penerapan praktik penambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan merupakan komitmen Perusahaan, sekaligus upaya mendukung visi pemerintah Indonesia untuk sektor pertambangan yang transparan serta bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial.”

Semangat yang kuat untuk terus melakukan perbaikan ditunjukkan Harita Nickel sejak awal kehadirannya; seperti menjadikan laporan assurances dan uji tuntas (due diligence) sebagai acuan untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Harita Nickel juga secara konsisten menyelaraskan diri dengan standar keberlanjutan yang diakui secara global untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kepercayaan pemangku kepentingan. 

Sebelum memulai proses pertambangan, Harita Nickel telah mengantongi berbagai kajian akademis yang menjadi fundamental praktik operasional yang bertanggung jawab. Diantaranya, kajian hidrologi dan perencanaan tata guna lahan yang menjadi acuan rencana pengelolaan air yang komprehensif, meliputi penggunaan, daur ulang dan penyaluran air secara bertanggung jawab di seluruh area operasional. 

Seiring dengan meningkatnya aktivitas pengolahan dan pemurnian bijih nikel, pengelolaan lingkungan Harita Nickel juga turut berkembang untuk memenuhi standar yang lebih tinggi. Fasilitas penimbunan sisa hasil produksi (Dry Stack Tailings Facility/ DSTF) diterapkan di area bekas galian tambang, lengkap dengan sistem pengelolaan dan prosedur pengujian air yang secara signifikan meningkatkan aspek keselamatan pengelolaan tailing serta mencegah risiko pencemaran air.

Harita Nickel menerapkan pengelolaan lingkungan laut untuk memantau dan melindungi ekosistem laut sekitar kegiatan perusahaan. Pengelolaan mencakup kualitas air, plankton, benthos, ikan dan karang serta indikator kesehatan lingkungan laut lainnya.

Lebih lanjut Tonny memaparkan, “Kami juga memulai penilaian resiko alam berbasis lanskap yang mengacu pada rekomendasi Task Force on Nature-related Financial Disclosure (TNFD), untuk lebih memahami dan memitigasi risiko hidrologis dan ekologis.” 

Komitmen terhadap standar internasional seperti IRMA, bukan satu-satunya yang diadopsi Harita Nickel. Perusahaan juga telah memulai proses penilaian kesesuaian atas praktik pengadaan bertanggung jawab melalui Responsible Minerals Assurance Process (RMAP) dari Responsible Minerals Initiatives (RMI). 

“Status kesesuaian yang diperoleh dari audit ini menegaskan bahwa sistem manajemen risiko Harita Nickel telah diterapkan sesuai dengan standar yang berlaku. Perusahaan juga akan menerbitkan Laporan Keberlanjutan 2024 pada awal Mei, yang menyoroti kinerja dan menguraikan prioritas perbaikan di bidang lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ke depannya,” pungkas Tonny dalam keterangan persnya beberapa waktu lalu.(Rama Julian)

Foto: Harita Nickel

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Indonesia Raja Nikel Dunia, Industri Produk Akhir Belum Berkembang

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Satu dekade hilirisasi menjadikan Indonesia sebagai raja nikel dunia, dengan memproduksi enam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *