Monday , 20 April 2026
Home / CSR / Green Economic Village Desa Keleng, Best Practice Ekonomi Hijau Warga
Sedang menunjukkan serbuk biomassa hasil pengolahan batang Kaliandra dan Gamal untuk cofiring PLTU. Kiri ke kanan Arsidi, Kepala Desa Keleng Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap; Ir. Andi Sukendro, M.Si., Dosen Silvikultur IPB; Khalda Az Zahra, Officer Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI; dan Gigih Ary Garnago, S.E., Direktur Bumdesa Semar Desa Keleng Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap.

Green Economic Village Desa Keleng, Best Practice Ekonomi Hijau Warga

RESOURCESASIA.ID, CILACAP – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) terus memperkuat ekosistem biomassa di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, guna mendukung program cofiring di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Adipala. Langkah ini merupakan bagian dari upaya transisi energi nasional menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Sejak 2023, kolaborasi antara PLN EPI dan IPB telah mengembangkan lahan seluas 106 hektare di tiga kecamatan, yaitu Kawunganten, Jeruklegi, dan Kesugihan. Lahan tersebut ditanami sekitar 216.000 tanaman energi, terutama jenis Kaliandra dan Gamal, yang sebagian telah siap dipanen dan diolah menjadi biomassa.

“Kami bersama PLN EPI menyiapkan transisi energi dengan pendekatan berbasis agroforestri. Tanaman energi ini bukan hanya menggantikan batu bara, tapi juga memberi nilai tambah bagi pangan dan ekonomi masyarakat”, ujar Dosen Silvikultur IPB, Ir. Andi Sukendro, M.Si.

PLN EPI bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) terus memperkuat ekosistem biomassa di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, guna mendukung program cofiring di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Adipala.

PLTU Adipala saat ini menggunakan campuran biomassa sebesar 3-5% untuk mengurangi penggunaan batu bara. Sebagian pasokan biomassa berasal dari limbah serbuk kayu industri sekitar. Namun, untuk memastikan keberlanjutan pasokan, PLN EPI mendorong penanaman tanaman energi oleh masyarakat secara mandiri.

“Pasokannya dikhawatirkan tidak sustain, karena itu kita create suplai biomassa dengan penanaman tanaman energi oleh masyarakat secara mandiri”, terang Khalda Az Zahra, Officer Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI.

Pengembangan ekosistem biomassa ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Dengan metode penanaman tumpang sari, petani dapat menghasilkan panen tanaman pangan. Selain itu, daun tanaman energi seperti Gamal dan Kaliandra dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Setiap kali panen, tanaman energi mampu menghasilkan 6-10 kg biomassa yang akan ditampung oleh BUMDes setempat, memberikan sumber pendapatan berkelanjutan bagi petani.

Kolaborasi antara PLN EPI dan IPB telah mengembangkan lahan seluas 106 hektare di tiga kecamatan, yaitu Kawunganten, Jeruklegi, dan Kesugihan. Lahan tersebut ditanami sekitar 216.000 tanaman energi, terutama jenis Kaliandra dan Gamal, yang sebagian telah siap dipanen dan diolah menjadi biomassa.

Fasilitas produksi biomassa yang dikelola BUMDes juga menyerap tenaga kerja lokal. Salah satunya adalah BUMDes Semar Keleng di Desa Keleng, Kecamatan Kesugihan, yang memiliki fasilitas produksi biomassa kepingan kayu berkapasitas 4 ton per hari dan mempekerjakan 20 pekerja.

PLN EPI dan IPB berencana memperluas lahan tanaman energi sebesar 90 hektar lagi untuk meningkatkan produksi biomassa hingga 1.000-2.000 ton per bulan. Langkah ini diharapkan dapat memenuhi target pemanfaatan biomassa PLTU Adipala hingga 42.000 ton per tahun, yang berdampak pada penurunan emisi sebesar 48.531,47 ton CO₂.

Sebagai bagian dari roadmap jangka panjang, PLN EPI dan IPB juga akan memperluas penanaman tanaman energi terpadu di lebih dari 50 titik di Pulau Jawa, termasuk di wilayah Gunungkidul, Tasikmalaya, Blora, Rembang, dan Brebes. (Rama Julian)

Foto: PLN EPI

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Era Baru Nikel Indonesia

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Sekretaris Umum APNI, Meidy Katrin Lengkey, mengatakan pasca pemberlakuan Kepmen ESDM No. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *