Monday , 20 April 2026
Home / ENERGI TERBARUKAN / Danai PLTU US$ 1,27 M, Komitmen Bank Mandiri Dukung Transisi Energi Indonesia Diragukan

Danai PLTU US$ 1,27 M, Komitmen Bank Mandiri Dukung Transisi Energi Indonesia Diragukan

Pembiayaan pada sektor batu bara tidak sesuai dengan komitmen Mandiri untuk mendukung target Indonesia mencapai nol emisi pada 2060 atau lebih cepat

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Keputusan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) untuk memberikan refinancing utang sebesar US$ 1,27 miliar (sekitar Rp 19,24 triliun) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang (MT) Sumsel-8 bertentangan dengan tren global menuju energi bersih dan memunculkan keraguan atas komitmen bank terhadap target nol emisi Indonesia. Pasalnya, untuk mencapai nol emisi dan memenuhi komitmen Perjanjian Paris, Indonesia seharusnya menyetop pemanfaatan batu bara.

Studi Institute for Essential Services Reform (IESR) menunjukan, Indonesia perlu menyetop pembangunan PLTU baru setelah 2025 dan menghentikan operasi PLTU yang sudah ada secara bertahap hingga 2045, agar mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sesuai Perjanjian Paris. Pembiayaan Bank Mandiri ke PLTU miliki PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) justru berisiko bagi Indonesia.

“Kajian kami menunjukan bahwa setelah 2030, biaya pembangkitan listrik oleh PLTU di sistem PLN sebenarnya lebih mahal dari PLTS dan penyimpanan energi baterai (battery energy storage). Dengan demikian mempertahankan operasi PLTU akan berdampak pada peningkatan biaya pembangkitan listrik dan PLN kehilangan kesempatan untuk melakukan transisi energi terbarukan yang memberikan keuntungan finansial,” kata Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa.

Selain itu, keputusan pembiayaan tersebut juga berisiko bagi Bank Mandiri. Menurut Fabby, langkah tersebut tidak berdasarkan penilaian risiko jangka panjang dan menyebabkan risiko transisi (transition risk) yang semula ditanggung oleh China Exim Bank berpindah menjadi risiko Bank Mandiri.

Studi yang dikeluarkan oleh Climate Policy Initiative menunjukkan bahwa perbankan perlu memainkan peran lebih besar dalam membiayai transisi energi. “Di Indonesia investasi untuk energi batu bara dan gas mencapai dua kali lipat investasi untuk energi terbarukan, dan hampir seluruhnya berasal dari lembaga keuangan swasta,” ungkap Tiza Mafira, Direktur Climate Policy Initiative. “Sedangkan tren global justru kebalikannya, investasi energi bersih mencapai dua kali lipatnya investasi fossil fuels. Ada kekhawatiran Indonesia justru dilihat sebagai pasar yang tidak kondusif untuk investasi hijau.”

Laporan Urgewald bertajuk “Still Banking on Coal” menunjukan, pada 2020-2023, Bank Mandiri menjadi salah satu bank yang memberikan pembiayaan yang besar pada sektor batu bara, mencapai US$ 1,3 miliar. Sementara kajian Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Trend Asia mengungkapkan, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan sektor batu bara hingga Rp 66 triliun pada kurun waktu yang sama. Tak hanya itu, analisa koalisi #BersihkanBankmu mencatat, pembiayaan Bank Mandiri untuk sembilan perusahaan batu bara di Indonesia pada 2016-2023 mencapai US$ 3,485 miliar dan Rp 2,493 triliun. (Rama Julian)

Foto: Dok/Ilustrasi

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Perkuat Daya Saing di Era Transformasi Energi, Elnusa Fokus Bangun SDM yang Unggul sebagai Pilar Strategis Pertumbuhan Bisnis

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Di tengah dinamika transformasi industri energi, PT Elnusa Tbk (ELSA), bagian dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *