Tuesday , 21 April 2026
Home / ENERGI MINYAK & GAS / Pertamina Dorong Optimalisasi Kilang untuk Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Dorong Optimalisasi Kilang untuk Ketahanan Energi Nasional

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) terus berupaya hadir untuk negeri melalui optimalisasi Kilang minyak di beberapa wilayah operasionalnya.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri terus memberikan dukungan kepada seluruh unit-unit bisnis Pertamina, yang terbaru yakni mengunjungi PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit IV Cilacap, 6 Agustus 2024.

Dalam kesempatan itu, Simon menyampaikan untuk tetap memberikan support dan dorongan kepada manajemen dalam melaksanakan tugas-tugas dan kegiatan operasional di lapangan.

“Tujuannya agar unit bisnis Pertamina berjalan sesuai dengan Good Corporate Governance dan tentunya sesuai target-target yang sudah ditetapkan dan akan dicapai oleh perusahaan. Selain itu, bahwa ini adalah bagian penting dari usaha kita untuk terus memperjuangkan ketahanan energi nasional,” ungkap Simon.

BACA JUGA: 

Pertamina Patra Niaga Terus Kembangkan Inovasi Bisnis NFR di SPBU

Ia melanjutkan bahwa tidak hanya ketahanan saja, lebih dari itu kita juga harus memperjuangkannya agar bisa swasembada, yang tentunya akan berpengaruh kesemua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Di bidang energi dalam perjalanan transisi menuju ke energi hijau, maka kita terus berinovasi dengan melibatkan seluruh stakeholder perusahaan, seperti pemerintah itu sendiri dan akademisi. Kita harus menyatukan semua kekuatan agar dapat terus mendorong karya-karya anak bangsa supaya dapat ikut memberikan kontribusi dalam pencapaian tujuan nasional,” jelas Simon.

Tak hanya itu, Simon menyampaikan, untuk mencapai kebutuhan tersebut dibutuhkan komitmen kerja keras dan kebersamaan. “Hal itu akan membuat KPI RU IV Cilacap menjadi lebih kuat, mandiri, dan mendapatkan banyak nilai tambah sehingga bisa mengurangi impor,” terangnya.

Mendukung hal tersebut, Komisaris Independen PT KPI, Prabu Revolusi menyampaikan bahwa perlunya membangun ekosistem energi hijau tersebut.

“Intinya adalah supaya ini bukan hanya kita yang pakai, ke depan nantinya kita ingin ada kemerdekaan energi itu roadmap-nya. Bagaimana kita membangun ekosistem, kita siapkan juga ekosistemnya, karena yang paling punya kompetensi untuk hal ini adalah Pertamina,” ungkap Prabu.

Selain itu, menurut Prabu, regulasi di pemerintahan juga harus segera diselesaikan atau dipastikan. “Ketika kilangnya sudah siap dan selesai, regulasinya jelas, maka semua produk yang dihasilkan oleh KPI dapat terserap dengan baik oleh masyarakat,” tutur Prabu.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menambahkan Pertamina hadir untuk negeri melalui optimalisasi peran hulu-hilir energi dalam mendukung ketahanan energi nasional. Diantaranya dengan optimalisasi Kilang Pertamina dan operasional bisnis lainnya.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Condro Kirono, Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PT KPI Tenny Elfrida, serta General Manager KPI RU IV Cilacap Edy Januari Utama. (Rama Julian)

Foto: Dok Pertamina

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Optimasi Pengeboran dengan Berbagai Inovasi, PHR Zona 4 Torehkan Prestasi

PRABUMULIH, RESOURCESASIA.ID – Pertamina EP Zona 4 melakukan upaya maksimal untuk menambah cadangan dan produksi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *