RESOURCESASIA.ID, BELITUNG – PT PLN Icon Plus Subholding Beyond kWh PT PLN (Persero), bahwa seluruh bisnis PLN Group yang tidak berhubungan secara langsung dengan penjualan Kwh (daya), akan dikelola oleh PLN Icon Plus
Transformasi PLN Icon Plus dari penyedia jaringan komunikasi dan penyedia solusi ICT menjadi perusahan Beyond Kwh merupakan langkah strategis yang diambil untuk menjawab tantangan bisnis PLN ICONECT ICONNET ICONAPPS Group untuk mengembangkan bisnis-bisnis baru di luar ICONWEB ICONBASE ketenagalistrikan dengan memanfaatkan asset-asset tangible maupun intangible milik PLN.
Electricity Related dan Digital Services Kini PLN Icon Plus tak lagi hanya fokus pada bisnis connectivity dan ICT, tetapi juga mengembangkan bisnis-bisnis electricity related secara luas, seperti PV Rooftop, Electrical Vehicle Ecosystem, PLN Mobile, Multimedia & IoT, Payment Gateway, Optimalisasi Asset, Software as a Service.
Direktur Utama PT PLN Icon Plus Ari Rahmat Indra Cahyadi mengatakan, tidak ada persaingan harga antar-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang penyedia jaringan telekomunikasi atau internet.
Menurut Ari, pihaknya selalu berkomunikasi dan berkolaborasi dengan sesama BUMN. Pola pikir perusahaan yang berada di bawah naungan BUMN selalu mencari peluang baru, bukan membuka persaingan.
“Yang menjadi pemahaman bersama adalah peluang masih terbuka, artinya Icon dan saudaranya ini tidak melihatnya sebagai kompetitor dan fokusnya pada kualitas bukan di dalam perang harga,” ujar Ari di Belitung, Senin.
BACA JUGA:
Komitmen Jalankan TJSL, PLN Icon Plus Dukung Zero Stunting Belitung Timur Lewat Digitalisasi
Icon Plus melalui produk layanan internetnya sudah memiliki segmentasi tersendiri, begitu juga dengan perusahaan telekomunikasi lain seperti PT Telkom.
Menurut Ari, kedua BUMN terus berkoordinasi untuk mencari peluang baru dalam memperluas jaringan dan menambah kualitasnya.
“Kalau dijumlahkan, kira-kira dua BUMN ini mungkin sekitar 80 persen, yang di sebelah memang jauh lebih besar. Tapi masih ada 20 persen berarti yang sebetulnya, pasarnya masih bisa digarap, inilah yang bisa digarap,” kata Ari.
Lebih lanjut, Ari menyebut, Icon Plus dan Telkom memiliki akses yang paling besar dalam menjangkau lokasi-lokasi di wilayah Indonesia. Hal ini pun bisa menjadi peluang bagi masing-masing BUMN.
“Sekarang ini yang masih bisa diambil, daripada saling menarik pelanggan lain untuk saling berpindah, kira-kira gitu. Ini pemahaman dan bagaimana juga ada positioning berbeda, dan kami komunikasinya juga dengan baik,” ucapnya. (Rama Julian)
Foto: Dok Resourcesasia.id
Resources Asia Energi News Makers