RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Grup MIND ID menegaskan komitmennya untuk memperkuat dampak ekonomi positif dengan melibatkan pemasok lokal dalam rantai pasokannya.
Pelibatan pemasok lokal dilakukan mulai dari tahap eksplorasi tambang hingga pemasaran produk, pemasok lokal terlibat dalam penyediaan berbagai barang dan jasa seperti bahan bakar, alat berat, suku cadang, kontraktor, dan distributor.
Sekretaris Perusahaan MIND ID, Heri Yusuf mengatakan keterlibatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan dampak ekonomi positif bagi pemasok lokal, tetapi juga untuk meminimalkan risiko pasokan dan meningkatkan efisiensi operasional Grup MIND ID.
Menurutnya, Grup MIND ID telah mengimplementasikan program unggulan pengadaan, yaitu Procurement Excellence Program, sejak 2021. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas tim pengadaan serta memperkuat sinergi dengan pemasok lokal.
“Dengan memperkuat penggunaan produk dalam negeri, program ini mendukung kebijakan Grup MIND ID dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.
Seiring dengan melibatkan pemasok lokal dalam rantai pasokannya, Anggota MIND ID juga berkomitmen untuk menjalankan tata kelola rantai pasokan yang baik, serta memastikan prinsip- prinsip integritas, efisien, wajar, transparan, objektif, jujur, dan tanpa konflik kepentingan dalam proses pengadaan dan pemilihan pemasok.
Heri menjelaskan, dalam pelaksanaannya, Anggota MIND ID telah memiliki manajemen pasokan dan kontraktor guna memastikan aktivitas operasional dapat berjalan secara bertanggung jawab sesuai kriteria sosial dan lingkungan.
Untuk memastikan sistem rantai pasokan yang andal, Anggota MIND ID memiliki Supply Chain Management (SCM) untuk mengelola rantai pasokan. Sistem ini meliputi pengelolaan permintaan pasokan, pengadaan, pengiriman, dan manajemen persediaan.
Komitmen meningkatkan sistem rantai pasokan yang andal dibuktikan Anggota MIND ID dengan adanya sertifikasi ISO 37001:2016 terkait Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).
“Sistem ini diterapkan untuk mencegah terjadinya korupsi, kolusi, dan nepotisme, termasuk dalam proses pengadaan barang dan jasa,” tegasnya.
BACA JUGA:
Pemanfaatan Energi Terbarukan MIND ID Sentuh 5.068 GWh Sepanjang 2023
Tidak sampai di situ, lanjut Heri, Anggota MIND ID juga menetapkan kriteria lingkungan dan sosial dalam proses seleksi dan evaluasi pemasok. Menurutnya, Grup MIND ID memiliki prosedur seleksi dan evaluasi kinerja pemasok.
Secara garis besar, seleksi pemasok dengan kriteria sosial yang ditetapkan Grup MIND ID di antaranya:
- Larangan adanya pekerja di bawah umur, pemaksaan kerja, perdagangan terhadap pekerja, serta paksaan bekerja melebihi batas jam kerja maksimum (lembur).
- Memastikan tercapainya kondisi kerja yang aman dan sehat,
- Memberikan upah yang layak, serta tidak melakukan pembedaan pada upah pekerja berdasarkan jenis kelamin,
- Memberikan kebebasan kepada semua pekerja untuk berserikat,
- Menciptakan dan membangun tempat kerja yang bebas dari pelecehan, intimidasi dan diskriminasi.
“Dalam pelaksanaannya, seluruh pemasok baru wajib menandatangani Pakta Integritas untuk memenuhi kepedulian terhadap lingkungan dan kriteria sosial seperti kebijakan K3, tenaga kerja dan masyarakat lokal,” tambahnya.
Pada tahun lalu, tercatat 100% pemasok baru yang berhubungan dengan core operation telah dievaluasi dengan menggunakan kriteria lingkungan dan sosial. Evaluasi pemasok terkait core operations menunjukkan hasil yang baik pada seluruh parameter evaluasi. (Rama Julian)
Foto: Dok MIND ID
Resources Asia Energi News Makers