Friday , 5 June 2026
Home / ENERGI MINYAK & GAS / Pertamina Marine Engineering Sukses Garap 4 Proyek Bawah Laut
Pertamina Marine Engineering (PME) sukses menggarap proyek changeover Single Point Mooring (SPM) di area integrated Terminal Balongan, Jawa Barat.

Pertamina Marine Engineering Sukses Garap 4 Proyek Bawah Laut

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – PT Pertamina Marine Engineering (PME), anak perusahaan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), sukses menyelesaikan 4 proyek underwater work services (UWS) selama Triwulan I tahun 2024. Seluruh pekerjaan bawah air yang dituntaskan ini menjadi bukti PME dalam mendukung ketahanan energi Indonesia.

Direktur PME, Yada Prawira Ganta, menjelaskan bahwa keempat project UWS tersebut merupakan proyek strategis. Terdiri dari dua pengerjaan changeover Single Point Mooring (SPM) atau pelampung/dermaga terapung di tengah laut yang terkoneksi dengan pipa di daratan, dan dua pengerjaan jalur pipa bawah laut.

“Pengerjaan UWS merupakan layanan yang membutuhkan kompetensi khusus sehingga seluruh pekerjaan UWS dibekali peralatan yang mumpuni dan juga para pekerja telah mendapatkan sertifikasi untuk Pekerja Selam Kelas I  yang diterbitkan Kementerian Tenaga Kerja. Selain itu, PME berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan memenuhi standar HSSE (Health, Safety, Security & Environment),” ujar Yada, Selasa (7/5).

Dia mengungkapkan bahwa proyek tersebut merupakan hasil sinergi PTK dengan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dalam menunjang kelancaran distribusi energi nasional.

BACA JUGA:

Pertamina Trans Kontinental Tambah Armada untuk Tingkatkan Kapasitas Bisnis Hulu Migas

Proyek pengerjaan dermaga terapung di tengah laut digarap di area integrated Terminal Balongan, Jawa Barat, dengan pengerjaan mengganti SPM 35.000 deadweight tonnage (DWT). PME juga menggarap changeover SPM 150.000 DWT di Lawe-Lawe, Kalimantan Timur, yang merupakan wilayah operasi Refenery Unit V Balikpapan.

Sementara dua pekerjaan pipa bawah laut dilakukan di Aviaton Fuel Terminal (AFT) atau Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Ngurah Rai Bali untuk inspeksi Submarine Pipeline (SPL),  dan perbaikan jalur hose Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui Conventional Buoy Mooring (CBM) di Fuel Terminal Ternate untuk tahap I.

Pekerja Pertamina Marine Engineering (PME) sedang melakukan inspeksi Submarine Pipeline (SPL) di Aviaton Fuel Terminal (AFT) atau Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Ngurah Rai Bali.

Jasa UWS merupakan salah satu lini bisnis PME yang mencakup layanan pemetaan laut dan pesisir (hydrographic), layanan survai topografi dan investigasi tanah (topographic surveys and soil investigations) serta layanan perbaikan dan pemeliharaan bawah laut (underwater repairs and maintenance). Jasa ini pun mengukuhkan PME menuju perusahaan marine engineering center. (Rama Julian)

Foto: Dok Pertamina Marine

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Reformasi Subsidi Energi Perkuat Kredibilitas Fiskal dan Transisi Energi

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Indonesia dinilai telah memiliki modal kuat untuk melaksanakan reformasi subsidi energi agar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *