RESOURCESASIA.ID, MATARAM – PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, punya strategi jitu untuk menggenjot produksi minyak dan gas bumi (migas). Berkaca dari data bahwa kebutuhan energi di masa mendatang yang diprediksi akan semakin besar.
Muharram Jaya Panguriseng Direktur Eksplorasi Pertamina Hulu Energi menjelaskan, setidaknya perusahaan mempunyai dua strategi besar untuk mengerek produksi. Pertama, yakni melanjutkan kegiatan eksplorasi di wilayah eksisting, dengan konsep eksplorasi yang baru dan teknologi terkini.
“Di daerah lama yang mungkin orang lain berpikir gak ada migas lagi di situ, tapi saya punya strategi bekerja di tempat lama dengan cara berpikir baru dan teknologi baru,” kata Muharram dalam acara Media Gathering PHE, Selasa (6/2/2024).
Strategi kedua yakni mencari blok-blok migas baru dengan potensi yang cukup jumbo. Dengan demikian, perusahaan tidak lagi berpikir pada temuan temuan kecil.
BACA JUGA :
Pertamina Hulu Energi Akuisisi Blok Migas Terbaik di Malaysia, Cadangannya Big Fish!
“Sehingga dengan cara begitu kita mendapatkan kemampuan untuk mempertahankan ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Muharram mengatakan pencarian cadangan migas baru cukup penting untuk dilakukan. Pasalnya kebutuhan energi di masa mendatang akan terus mengalami kenaikan.
“Ketika konsumsi ada kita gak mampu menyediakan energi untuk rakyat maka pilihannya harus beli. Kalau beli keluar berhadapan dengan dua kondisi bukan lagi kondisi pasar semata, tapi ada kondisi kedua yaitu geopolitik,” kata dia.
Ia lalu mencontohkan seperti Eropa yang kelabakan karena Rusia menyetop aliran gasnya. Karena itu, menurut Muharram, persoalan migas bukan hanya soal ekonomi, namun juga soal ketahanan suatu bangsa.
“Itu bagian dari strategi pertahanan suatu bangsa, pertahanan keberlanjutan suatu bangsa,” tambahnya. (RA)
Foto: Ist
Resources Asia Energi News Makers