RESOURCESASIA.ID, LOMBOK – Subholding PT Pertamina Hulu Energi (PHE) diajak ENI S.p.A dan Petronas untuk ekspansi di luar Indonesia.
Dua benua dijajaki PHE yakni Afrika dan Amerika Selatan dimana kedua perusahaan partner PHE itu,yakni Petronas dan ENI, memiliki wilayah kerja di sana.
“Evaluasinya sudah jalan lokasinya rencana di Afrika dan Amerika Selatan. Mudah-mudahan sudah ada yang cocok dengan portofolio dan treshold kita untuk mengejar big fish tadi,” kata Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng dalam Media Gathering Subholding Upstream PHE, Selasa (06/02/2024), di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Hasil evaluasi, jelas Muharram, itulah yang akan menentukan posisi PHE di blok tersebut. “Hitung-hitung kita pasnya di situ di mana(pemegang saham saja atau sebagai operator),”ucap Muharram.
Bisa saja PHE, kata Muharram, mengakuisi blok migas tersebut, ada juga masuk bareng-bareng seperti dengan Petronas di Malaysia.
BACA JUGA :
Kementerian ESDM bersama ENI Jalin Kerja Sama Akselerasi Program Dekarbonisasi di Indonesia
Sebekumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan perusahaan migas asal Italia, ENI, akan menambah investasi USD 16 miliar atau sekitar Rp 250 triliun untuk menambah produksi gas di Indonesia.
Hal tersebut dikatakan Arifin setelah mendampingi perwakilan ENI bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan hari ini, Jumat (2/2/2024).
“Pengembangan ENI akan menginvestasikan USD 16 miliar di Indonesia untuk menambah produksi gas,” ungkapnya kepada wartawan.
Arifin mengatakan, penambahan produksi tersebut menyusul temuan potensi gas raksasa Geng North oleh ENI di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur. Berdasarkan catatan kumparan, aset tersebut awalnya dikelola oleh Neptune memiliki cadangan 5,8 triliun kaki kubik (TCF).
ENI juga sudah menyelesaikan akuisisi proyek strategis nasional (PSN) Indonesia Deepwater Development (IDD) dari Chevron, dengan cadangan 2,67 TCF. Proyek ini akan disatukan pengembangannya dengan Geng North yang akan diusulkan menjadi PSN. Keduanya ditargetkan on stream tahun 2028. (RA)
Foto: Dok
Resources Asia Energi News Makers