Sunday , 19 April 2026
Home / KELISTRIKAN / Pemerintah Sukses Tekan Emisi GRK dan Intensitas Energi Primer

Pemerintah Sukses Tekan Emisi GRK dan Intensitas Energi Primer

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia berhasil mencapai realisasi penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sektor energi sebesar 127,67 juta ton CO2e (CO2 equivalen) pada tahun 2023. Realisasi tersebut melebihi target 109,64% dari yang telah ditetapkan sebesar 116 juta ton CO2e.

Plt. Direktur Jenderal EBTKE Jisman P. Hutajulu mengatakan, Indonesia terus melakukan langkah konkret dalam mitigasi iklim, termasuk pengurangan emisi GRK dengan peningkatan target menjadi 31,89% (sebelumnya 29%) dengan kemampuan sendiri, dan 43,20% (sebelumnya 41%) dengan dukungan internasional.

“Pemerintah menargetkan untuk menurunkan emisi GRK sektor energi sebesar 31,89% dengan usaha sendiri dan sebesar 43,20% dengan dukungan dunia internasional pada tahun 2030,” ujar Jisman saat konferensi pers capaian kinerja subsektor EBTKE tahun 2023 di Jakarta, Kamis (18/1).

Jisman menjelaskan, realisasi penurunan emisi GRK sektor energi tahun 2023 ditopang oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Implementasi EBT (51,30 juta ton CO2e),
  • Aplikasi efisiensi energi (31,76 juta ton CO2e),
  • Penerapan bahan bakar rendah karbon (gas alam) (15,55 juta ton CO2e),
  • Penggunaan teknologi pembangkit bersih (13,33 juta ton CO2e), serta
  • Kegiatan lain (15,63 juta ton CO2e).

Selain itu, efisiensi energi juga turut berkontribusi terhadap penurunan emisi GRK sektor energi. Pada tahun 2023, capaian intensitas energi primer sebesar 132,6 Setara Barel Minyak (SBM)/Milyar Rp atau 102% melampaui dari target 135,2 SBM/Milyar Rp. Indikator penurunan intensitas energi primer tersebut menunjukkan bahwa sektor energi semakin efisien dalam menggunakan energi dari sisi penyedia energi.

BACA JUGA :

Kinerja Subsektor EBTKE 2023 dan Program 2024: Diversifikasi Produk BBN dan Peningkatan Kapasitas Pembangkit EBT

Berdasarkan studi International Energy Agency (IEA), Intensitas energi Indonesia tahun 2021 lebih baik dibandingkan dengan sebagian besar negara G20. Dan peningkatan intensitas energi Indonesia dalam periode 10 tahun (2011-2020) sebesar 3%.

Menurut Jisman, capaian penurunan intensitas energi primer sektor ESDM tahun 2023 merupakan kabar baik bagi ketahanan energi nasional. Pemerintah pun akan terus berupaya untuk meningkatkan capaian tersebut dan mewujudkan target penurunan intensitas energi primer. “Pemerintah akan terus berupaya untuk meningkatkan capaian tersebut dan mewujudkan target penurunan intensitas energi primer,” tutup Jisman. (Rama Julian)

Foto : Dok KESDM

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Ancaman Krisis, Indonesia Perlu Terlibat Konferensi Santa Marta dan Akhiri Ketergantungan Energi fosil

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID — Volatilitas pasar energi global, yang didorong oleh ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *