Tuesday , 21 May 2024
Home / ENERGI MINYAK & GAS / Perspektif Migas Dianggap Sebagai Industri Diambang Senja : Produksi Dan Kebutuhan Migas Akan Tetap Tinggi
Arcandra Tahar - Mantan Wakil Menteri ESDM Periode 2016-2019

Perspektif Migas Dianggap Sebagai Industri Diambang Senja : Produksi Dan Kebutuhan Migas Akan Tetap Tinggi

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Dalam tulisan sebelumnya kita sudah membahas bagaimana persaingan antara Standard Oil dan Shell, termasuk bagaimana lahirnya Chevron, Exxon, Mobil, BP Amerika dan lain-lain. Yang masih menjadi pertanyaan adalah apakah benar migas sudah menjadi industri yang diambang senja saat ini?

Dulu sebelum tahun 1900 penantang teknologi migas ini adalah bola lampu dengan listriknya. Dengan ditemukannya bola lampu sebagian orang percaya masa keemasan industri migas akan segera berakhir.

Seratus tahun kemudian, penantang teknologi migas ini adalah Renewable Energy (RE) dan kendaraan Listrik (EV). Dengan makin pesatnya pertambahan kapasitas pembangkit dari RE terutama angin dan matahari, ditambah dengan mulai maraknya pemakaian EV dan bio energy, sebagian orang mulai percaya lagi bahwa masa keemasan industri migas akan segera berakhir.

Apakah faktanya akan demikian? Beberapa data berikut mungkin bisa membantu pemahaman kita tentang migas. Dari data yang kami olah kebutuhan crude di masa depan akan tetap tinggi. OPEC memperkirakan kebutuhan crude hingga tahun 2045 akan bertambah sekitar 20 juta barel per hari dibandingkan tahun 2020 sekitar 90,7 juta barel per hari.

Sementara migrasi masyarakat dunia ke kendaraan listrik (EV) hanya akan mengkonversi penggunaan bahan bakar minyak sekitar 6 juta barel per hari pada tahun 2040. Relatif kecil dibandingkan kenaikan konsumsi BBM dunia.

Kita harus mencermati data ini dengan hati-hati karena akan berpengaruh terhadapat strategi jangka panjang sebuah negara dalam memenuhi kebutuhan energinya dimasa depan. Kalau EV belum cukup kuat untuk menggantikan kendaran motor bakar di tahun 2040, usaha apa yang mesti dilakukan agar ketahanan energi sebuah negara bisa tercapai dengan tetap mempertimbangkan isu lingkungan yang sedang terjadi.Memang data-data menunjukkan bahwa perusahaan migas Eropa seperti BP, Shell, Eni, Total, Repsol dan Equinor telah dan sedang melakukan diversifikasi usaha ke Renewable Energy seperti angin dan matahari. Namun kalau kita gali lebih dalam, apakah perusahaan-perusahaan ini sudah secara bersungguh-sungguh meninggalkan bisnis migas?

Mari kita liat data-data tentang berapa luas wilayah-wilayah kerja migas mereka yang siap untuk dieksplorasi. Pada tahun 2020, Shell dan Total masing-masing punya sekitar 500 ribu km2. Eni punya sekitar 400 ribu km2 sementara BP dan Equinor masing-masing punya sekitar 200 ribu km2. Sebagai bahan perbandingan, luas pulau Bali sekitar 5 ribu km2. Jadi luas wilayah kerja BP sekitar 100 kali pulau Bali. Masih sangat besar bukan?

Bagaimana dengan penemuan-penemuan (discoveries) lapangan migas yang baru di seluruh dunia. Sampai hari masih tetap berlangsung dan penemuan ini menambah cadangan baru migas dunia yang cukup signifikan. Reserves Replacement Ratio (RRR) Shell tahun 2022 adalah 120% yang artinya penemuan cadangan pengganti 20% lebih banyak daripada yang diproduksi. Dengan kata lain Shell masih surplus dari sisi cadangannya minyaknya.

Memang beberapa major oil company punya RRR kurang dari 100%. Artinya mereka lebih banyak berproduksi dari pada mendapatkan cadangan baru dari minyak yang sudah diproduksi. Kalau lebih jauh lagi kita menganalisa, perusahaan migas dunia masih aktif melakukan eksplorasi dan eksploitasi migas dalam rangka memenuhi permintaan yang diperkirakan akan terus meningkat, paling tidak sampai tahun 2045.

Sahabat energi, kami berharap 4 seri tulisan tentang sektor migas ini dapat menambah informasi tentang sejarah perkembangan sektor migas dan proyeksinya kedepan. Sahabat energi tentu bisa mengambil kesimpulan dan menjawab apakah industri migas sudah diambang senja. Terima kasih sudah mengikuti tulisan-tulisan kami. Semoga bermanfaat.

Penulis: Arcandra Tahar – Mantan Menteri ESDM ke 16 Periode 27 Juli 2016 – 15 Agustus 2016

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak, oil dan gas bumi (migas), mineral dan batubara (minerba), kelistrikan, energi terbarukan, industri penunjang, lingkungan, CSR, perdagangan dan lainnya.

Check Also

Tingkatkan Semangat Nasionalisme: Elnusa Peringati Hari Kebangkitan Nasional Indonesia ke-116

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – PT Elnusa Tbk (ELNUSA, IDX: ELSA) Anak Usaha PT Pertamina Hulu Energi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *