Friday , 6 December 2019
Home / URBAN & LIFESTYLE / Tenaga Pajak Minim, STIE Mulia Pratama Buka Kelas Pajak
SONY DSC

Tenaga Pajak Minim, STIE Mulia Pratama Buka Kelas Pajak

Jakarta, Resources Asia.ID,-  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Mulia Pratama makin inovatif dalam mencetak ekonom-ekonom bertalenta. Setelah sukses berpengalaman mencetak sarjana ekonomi spesialis akuntansi dan manajemen, salah satu perguruan tinggi terkemuka di Bekasi ini membuka program Kelas Eksekutif Sarjana Perpajakan Terapan. Tidak tanggung-tanggung STIE Mulia Pratama menggandeng para ahli perpajakan dan pejabat Kantor Direktorat Jenderal Pajak sebagai pengajar praktek perpajakan.

Pembukaan kelas Pajak terapan merupakan kecerdikan Perguruan Tinggi yang berlokasi di Bekasi dan Jakarta ini membaca peluang. Karena selama ini tenaga ahli perpajakan di Indonesia masih minim. Sehingga output sarjana yang dihasilkan akan dapat memenuhi kebutuhan pemerintah merekrut 30 ribu hingga 40 ribu tenaga kerja pemeriksa pajak.

Pendidikan spesial sarjana praktek keahlian perpajakan itu dibuka di kampusnya STIE Mulia Pratama di kawasan Perkantoran Sun City, Jalan M Hasibuan, Kota Bekasi, Jawa Barat. Dalam pembukaan kelas barunya, STIE Mulia Pratama menjalin kerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Perpajakan (STIP) dan menghadirkan pengajar para praktisi Kantor Pajak.

Ketua Yayasan Mencerdaskan Bangsa, pengelola STIE Mulia Pratama Abadi Ika Setiawan mengatakan, Indonesia saat ini masih kekurangan tenaga ahli perpajakan. Padahal kebutuhannya sangat besar. Apalagi sejak Dirjen Pajak akan memperluas wajib pajak maka dibutuhkan tenaga lapangan yang mengerti soal pajak cukup banyak.

“Untuk itulah saat ini pemerintah dan swasta sedang membenahi soal pajak dan mencari tenaga kerja yang selain mengerti tentang akuntansi juga memahami perhitungan pajak,” ujar Abadi Ika Setiawan disela-sela melakukan opening ceremony pembukaan Kelas Eksekutif di Kampus baru STIE Mulia Pratama di kawasan Perkantoran Sun City, Jalan M Hasibuan, Kota Bekasi.

……..”Indonesia saat ini masih kekurangan tenaga ahli perpajakan. Padahal kebutuhannya sangat besar. Apalagi sejak Dirjen Pajak akan memperluas wajib pajak maka dibutuhkan tenaga lapangan yang mengerti soal pajak cukup banyak.”……

Menurut Abadi, sekarang ini banyak perusahaan sedang mencari tenaga kerja yang ahli perpajakan. Karenanya karir di bidang pajak memang masih sangat luas.

Karena selama ini Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan masih kekurangan tenaga pemeriksa untuk memastikan kepatuhan wajib pajak. Dimana saat ini hanya tersedia 4.500 dari estimasi kebutuhan minimal 30 ribu hingga 40 ribu pemeriksa.

Jumlah pemeriksa pajak yang terbatas, otoritas pajak cukup kewalahan untuk memeriksa 20 juta Wajib Pajak (WP) potensial. Dengan jumlah wajib pajak meningkat maka kebutuhan tenaga pajak diprediksi naik empat kali lipat dari sekarang.

Kelas Eksekutif Perpajakan Terapan yang dibuka STIE Mulia Pratama ini membuka dua kelas yakni D4 Perpajakan dan S1 Perpajakan. Menariknya dari kelas yang dibuka ini, materi pembelajarannya lebih banyak praktek soal perhitungan pajak sehingga diharapkan mahasiswa yang lulus akan memiliki kemampuan praktek menghitung pajak. (Red)

Leave a Reply